Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang UKM Dinas PPKUKM Pemprov DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan, pihaknya telah mengusulkan 106.113 pelaku UMKM di Jakarta untuk mendapat banpres. Jumlah ini diusulkan secara bertahap.
"Jumlah yang sudah diusulkan sebanyak, tahap satu 41.776 dan tahap dua 64.337. Jadi totalnya 106.113. Tahap pertama diusulkan tanggal 15 Juli 2020 dan tahap dua tanggal 28 Agustus 2020," ujar Elisabeth kepada wartawan, Senin (7/9).
Dia menjelaskan, jumlah itu bisa jadi berkurang di pendataan pusat. Sebab, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) akan melakukan cleansing dan pencocokan data penerima banpres ini.
"Itu cuma usulan. Kemenkop yang cleansing sesuai persyaratan yang sudah ditentukan. Penyalurannya lewat BRI dan BNI," jelas Elisabeth.
ADVERTISEMENT
Adapun syarat penerima banpres UMKM di Jakarta di antaranya; seorang WNI dengan KTP DKI Jakarta, memiliki NIK, memiliki usaha mikro, bukan PNS, TNI, polisi, pegawai BUMN atau BUMD.
Total penerima banpres UMKM dari Jokowi adalah 12 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia. Bantuan ini bakal diberikan hingga September sebagai bentuk bantuan terhadap masyarakat yang terdampak krisis pandemi virus corona.
"(Saya) bertemu dengan perusahaan besar kondisinya sulit. Ketemu pengusaha tengah sama kondisinya sulit. Kita berikan pada 12 juta orang pengusaha mikro dan kecil. Sampai kira-kira nanti di bulan September setiap hari terus tambah sampai 12 juta orang," kata Jokowi, Jumat (28/8).
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
ADVERTISEMENT