Pemprov DKI Akan Tetap Jual Saham Kepemilikan PT Delta meski Deviden Rp 60 M

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta,  Ahmad Riza Patria membuka Rapat Koordinasi Pertama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 secara virtual, Rabu (9/3/2022). Foto: PPID DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membuka Rapat Koordinasi Pertama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 secara virtual, Rabu (9/3/2022). Foto: PPID DKI Jakarta

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) tahun 2021 menyebutkan Pemprov DKI Jakarta menerima hasil dividen sebesar Rp 60 miliar.

Namun, rupanya keuntungan bagi hasil ini tidak membuat Pemprov DKI Jakarta mengurungkan niatnya untuk menjual kepemilikan saham tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Ia mengatakan, pihaknya selalu berusaha untuk mengajukan izin untuk menjual kepemilikan saham itu kepada DPRD DKI Jakarta. Hanya saja, saran tersebut selalu ditolak oleh Pimpinan Dewan.

“Memang sampai saat ini, kita kan masih punya saham di situ, itukan terkait janji Anies-Sandi dulu yang akan melepas, tetapi teman-teman di DPRD belum ketemu lah [kesepakatannya],” kata Riza kepada wartawan, Jumat (17/6).

Berdasarkan data dari bursa efek, selama periode tutup buku tahun 2021 PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membagikan Rp 240.197.715.000.

Jika dilihat secara keuntungan, dividen dari PT Delta tahun memang meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala BP BUMD Budi Purnama.

“[Tahun ini] lebih tinggi. Teman-teman di Delta itu dia tidak pernah minta PMD dan tiap tahun selalu berikan dividen. Dia selalu ngasih dividen,” kata Budi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/6).

Pemprov DKI Jakarta memang diketahui menjadi salah satu pihak pemegang saham di perusahaan tersebut, yaitu sekitar 26,25 persen. Adapun kepemilikan saham terbesar berada di tangan Sam Miguel Malaysia sebesar 58,33 persen.