Pemprov DKI Gandeng 15 Hotel Promosikan Budaya Betawi ke Wisatawan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat membuka acara di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat membuka acara di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng sejumlah hotel untuk mempromosikan budaya Betawi sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, kolaborasi dengan sektor perhotelan telah berjalan selama beberapa tahun terakhir, terutama menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.

“Kegiatan di Hotel Borobudur ini bukan kegiatan pertama. Hampir setiap tahun kita memang MoU dengan beberapa hotel. Artinya apa? Untuk mengangkat kebudayaan Betawi. Misal welcome drink, kemudian kue-kue, tarian-tarian,” kata Rano saat ditemui usai menghadiri acara Discovery Betawi Art & Culture di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (19/6).

Menurut Rano, saat ini terdapat 15 hotel yang telah bekerja sama dengan Pemprov DKI dalam mempromosikan budaya Betawi kepada wisatawan.

Ilustrasi Ondel-Odel. Foto: Lili Aini/Shutterstock

“Kita ini ada 15 hotel yang sudah bekerja sama dengan pihak DKI. Termasuk Hotel Borobudur. Yang lain ya saya enggak usah sebut lah. Artinya kalau teman-teman juga tahu tentang Jakarta Penuh Warna, itu hotel sekitarnya juga bagian dari kerja sama kita,” ujarnya.

Rano menjelaskan, kerja sama tersebut akan diperluas pada tahun 2027 saat Jakarta memasuki usia 500 tahun atau 5 abad.

Lebih lanjut ia menegaskan, tujuan utama dari kolaborasi antara Pemprov DKI dan sektor perhotelan adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Ilustrasi laksa betawi. Foto: Rosdaniar/Shutterstock

“Nah, tentu targetnya kita meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Dengan kunjungan meningkat, fiskal Jakarta luar biasa,” ujar Rano.

Bahkan, Rano mengungkapkan, rangkaian kegiatan budaya, ekonomi, dan keagamaan yang berlangsung sejak perayaan Natal hingga Lebaran mampu mendorong perputaran ekonomi yang signifikan di Jakarta.

“Mungkin kalian enggak akan menyangka bahwa kita mulai dari Christmas Carol sampai Lebaran, itu fiskal Jakarta sampai Rp 68 triliun. Itu adalah kegiatan ekonomi dan kegiatan budaya juga keagamaan,” kata Rano.