Pemprov DKI Gandeng Telkom Tata Kabel Semrawut di Jakarta, Target 5 Tahun Rapi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabel menjuntai dan tiang listrik miring di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabel menjuntai dan tiang listrik miring di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan anak perusahaan PT Telkom yang menangani infrastruktur kabel di Jakarta. Kerja sama tersebut akan difokuskan pada penataan kabel komunikasi.

“Pemerintah DKI Jakarta sangat serius untuk penanganan kabel ini. Bahkan kemarin saya menerima anak perusahaan PT Telkom yang menangani urusan kabel khusus untuk kabel di DKI Jakarta, yaitu PT Telkom Infrastruktur Indonesia,” tutur Pramono saat ditemui wartawan di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9).

Ia menerangkan, terdapat dua jenis kabel yang melintas di kawasan perkotaan, yakni kabel komunikasi dan kabel listrik. Untuk tahap awal, Pemprov DKI akan memprioritaskan penurunan kabel komunikasi.

“Yang komunikasi akan kita prioritaskan untuk segera bisa diturunkan. Dan mereka dengan senang hati akan bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Raya Soepomo, Jakarta, Rabu (9/9/2026), dengan kepadatan dari selepas Tugu Pancoran sekitar 2km arah Manggarai. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sejumlah ruas jalan menjadi target penataan, yakni di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.

Di Jakarta Selatan, penataan antara lain dilakukan di Jalan Supomo. Sementara di Jakarta Pusat, ruas yang disasar meliputi Jalan Kramat Raya dan Bungur Besar Raya.

Adapun di Jakarta Timur, penataan mencakup Jalan DI Panjaitan, Pemuda Lanjutan, Otto Iskandardinata, Matraman, dan Jatinegara Timur.

Pramono juga menyebut operator utilitas memiliki target relokasi kabel sekitar 46 kilometer, ditambah 38 kilometer. Penanganan tersebut nantinya melibatkan Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

“Intinya adalah program untuk melakukan pembersihan kabel itu kita tangani secara serius. Dan target saya, sudah menargetkan kepada Bina Marga, lima tahun itu Jakarta sudah kelihatan jauh lebih rapi,” pungkasnya.