Pemprov DKI Imbau Warga Tenang Usai Gempa di Kepulauan Seribu: Kondisi Aman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga tetap tenang setelah gempa bumi bermagnitudo 5,9 mengguncang Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9).

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim) memastikan pulau-pulau di Kepulauan Seribu dalam kondisi aman dan aktivitas warga berjalan normal.

“Warga Kepulauan Seribu tetap tenang. Pulau-pulau dalam kondisi aman, aktivitas berjalan seperti biasa,” ujar Chico dalam keterangannya.

“Pemprov DKI bersama BPBD dan pemerintah kabupaten terus memantau situasi,” sambungnya.

Kepastian kondisi tersebut disampaikan berdasarkan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan jajarannya masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di sejumlah pulau setelah gempa terjadi.

Kondisi "Pelabuhan Pulau Pari" usai di revitalisasi, Kepulauan Seribu, Jumat (13/3/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Berdasarkan laporan masyarakat dan petugas di lapangan, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun infrastruktur akibat gempa. Tidak ada pula laporan adanya korban.

Kondisi pulau-pulau yang dihuni masyarakat juga dilaporkan aman. Di Pulau Kelapa, misalnya, sejumlah warga bahkan tidak merasakan getaran gempa dan baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapatkan informasi resmi.

Adapun gempa tersebut terjadi di kedalaman 368 kilometer dengan episenter gempa berada di laut sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu.

BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa dalam yang terjadi akibat aktivitas intraslab. Artinya, gempa tidak dipicu oleh aktivitas sesar dangkal. Selain itu, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, BMKG juga belum mencatat adanya gempa susulan.

Pemprov DKI meminta masyarakat mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah, khususnya BMKG dan BPBD DKI, terkait perkembangan gempa. Warga juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya untuk mencegah munculnya kepanikan di tengah masyarakat.