Pemprov DKI Jadikan Taman Christina Martha Tiahahu Jadi Pusat Literasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri Pencanangan Pembangunan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Kamis (28/10). Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri Pencanangan Pembangunan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Kamis (28/10). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen dalam pengembangan literasi di Ibu Kota. Hal tersebut dibuktikan dengan akan hadirnya Taman Literasi yang bertempat di Taman Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan.

Terkait hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan Taman Martha Christina Tiahahu menjadi titik penting dalam perkumpulan pegiat literasi hingga para budayawan di Jakarta.

“Taman Literasi Martha Christina Tiahahu ini akan menjadi titik penting pertemuan para pegiat literasi, pekerja perbukuan, pekerja kreatif, dan tidak ketinggalan para budayawan dan seniman,” ujar Anies dikutip dari PPID, Kamis (11/11).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri Pencanangan Pembangunan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Kamis (28/10). Foto: Pemprov DKI Jakarta

“Di sini akan berkumpul energi kreatif untuk memajukan dan meningkatkan kualitas warga Jakarta. Ini akan menjadi ruang ketiga yang sangat menarik. Beragam kegiatan terkait literasi dan perbukuan akan hadir di sini," tambahnya.

Lebih lanjut, Anies mengungkapkan dengan keberadaan Taman Literasi, ini merupakan bentuk keberpihakan Pemprov DKI kepada industri perbukuan, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan literasi warga Jakarta.

kumparan post embed

"Kami sadar bahwa industri buku ini membawa sisi idealisme yang sangat tinggi dan sisi industri agar mereka bisa terus menerbitkan buku-buku terbaik untuk meningkatkan pengetahuan. Kadang, hampir tidak ketemu antara idealisme dan industrinya. Makanya, dengan pembangunan Taman Literasi ini semoga bisa menjadi faktor penting pendorong industri perbukuan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite Buku Nasional 2015-2019, Laura Bangun Prinsloo, mengatakan dari kolaborasi yang dilakukan dengan Pemprov DKI itu untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota literasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadiri Pencanangan Pembangunan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Kamis (28/10). Foto: Pemprov DKI Jakarta

“Kami berkolaborasi bersama Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan literasi warga dan mewujudkan Jakarta sebagai kota buku dan literatur versi UNESCO. Di antara yang kami ikut bangun adalah Taman Martha Christina Tiahahu ini,” kata Laura.

Diketahui, pembangunan Taman Literasi Martha Tiahahu ini awalnya mulai direncanakan pada Maret 2020 dan sempat tertunda karena pandemi.

Namun, kini telah berlangsung dengan berkolaborasi bersama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ). Pembangunan Taman Literasi dilakukan dengan mengkombinasikan pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Kawasan Blok M.

“Begitu mendapatkan mandat dari Pak Gubernur untuk membangun Taman Literasi ini, kami sangat tertantang. Semoga kami bisa membangunnya dengan cepat. Untuk pengelolaannya, kami akan bekerja sama dengan Tim Jakarta Kota Buku sebagai penggagas Taman Literasi ini,” kata Direktur Utama ITJ, Aidin Barlean.

Pembangunan gedung bertingkat di Jakarta. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu sebagai Pusat Literasi Jakarta

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Tim Jakarta Kota Buku dan PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) untuk membangun Taman Literasi Martha Christina Tiahahu yang telah dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada 28 Oktober lalu, yang dihadirkan dalam rangka menyediakan ruang baca bagi masyarakat Jakarta.

Kemunculan ide pembangunan Taman Literasi ini diinisiasi salah satunya oleh Laura Bangun Prinsloo, Ketua Komite Buku Nasional 2015-2019. Ia memandang bahwa keberadaan ruang publik bagi para pelaku industri penerbitan dan kegiatan-kegiatan perbukuan seperti pembacaan karya sastra, klub buku, hingga peluncuran buku, akan menjadi kekuatan bagi Jakarta untuk dikenal di mata dunia.

Ide ini disambut baik oleh Anies saat penyelenggaraan LitBeat Festival di Perpustakaan Nasional pada Agustus 2019. Pada saat itu, Anies mengundang tokoh perbukuan dari Vietnam yaitu Dr. Hung Manh Nguyen yang merupakan pencetus ide pendiri tujuh Book Street di Vietnam, sebagai pembicara tamu di LitBeat Festival 2019.

Kemudian, mulailah pembentukan Tim Jakarta Kota Buku yang terdiri dari stakeholders perbukuan dan pekerja kreatif. Secara resmi dan formal, tim ini disahkan dengan Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta No. 742 Tahun 2020.

Sejak itu, Tim Jakarta Kota Buku bekerja untuk mewujudkan keberadaan taman baca di wilayah Jakarta. Bersama Pemprov DKI, tim ini mulai mencari lokasi yang tepat, dan kemudian memilih vendor-vendor arsitektur dan desain yang tepat untuk bisa mengelaborasi ide-ide yang dirumuskan. Setelah melakukan survei ke sejumlah lokasi dan berdasarkan arahan dari Anies, akhirnya dipilihlah Taman Christina Martha Tiahahu sebagai lokasi yang paling tepat.