Pemprov DKI Klaim Konser Ye & JRF 2026 Hasilkan Perputaran Uang hingga Rp 150 M

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkirakan penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser Kanye West alias Ye dapat menghasilkan perputaran uang lebih dari Rp 150 miliar.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan dukungan terhadap kedua acara tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi penyelenggaraan event internasional.
“Dukungan Pemprov DKI terhadap event-event seperti JRF dan konser Ye ini adalah bagian dari kebijakan yang konsisten di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung. Kami ingin manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM, sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang siap menyambut kegiatan internasional,” kata Chico dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10).
Berdasarkan keterangan Pemprov DKI, JRF 2026 diikuti sekitar 37.000 pelari dari 48 negara, termasuk lebih dari 1.000 pelari mancanegara. Ajang tersebut juga mencatatkan pencapaian setelah kategori half marathon memperoleh pengakuan World Athletics Gold Label.
Sementara itu, konser Ye di GBK disebut menjadi satu-satunya titik tur Ye Live Concert Tour 2026 di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Promotor Raw Vision Collective mencatat 20.500 pembeli tiket dari luar negeri, yang didominasi pengunjung dari Australia, Malaysia, dan Singapura.
Selain itu, lebih dari 30.000 pengunjung dari luar Jakarta disebut datang untuk menghadiri konser tersebut. Dengan demikian, menurut data dalam keterangan Pemprov DKI, jumlah pengunjung dari luar daerah yang datang ke ibu kota pada pekan tersebut melampaui 50.000 orang.
"Untuk JRF 2026 dan konser Ye, Gubernur Pramono optimistis perputaran ekonomi melampaui proyeksi Rp 150 miliar. Laporan lapangan menunjukkan hotel-hotel di jalur lari dan kawasan sekitar, termasuk hingga pinggiran kota, banyak yang sudah sold out," ujar Chico.
Dampak ekonomi yang diharapkan tidak hanya berasal dari penjualan tiket, tetapi juga aktivitas usaha pendukung, seperti perhotelan, transportasi, kuliner, ritel, dan UMKM.
Sebagai perbandingan, Pemprov DKI menyebut penyelenggaraan Pestapora dan konser The Weeknd sebelumnya menggerakkan perputaran ekonomi hampir Rp 250 miliar dalam satu akhir pekan. Konser The Weeknd juga disebut menyumbang sekitar Rp 12 miliar dari sisi pajak.
Berbagai Upaya Dukungan
Untuk mendukung kelancaran dua acara tersebut, Pemprov DKI menyiapkan sejumlah kebijakan, mulai dari operasi modifikasi cuaca, dukungan transportasi publik, pengaturan lalu lintas, hingga koordinasi pengamanan.
Pemprov DKI menginstruksikan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 21–25 Oktober 2026. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung kondisi cuaca selama penyelenggaraan acara.
Dari sisi transportasi, jam operasional MRT Jakarta diperpanjang untuk mendukung mobilitas pengunjung, termasuk layanan khusus hingga pukul 01.30 WIB pada 25 Oktober untuk konser. TransJakarta juga memberikan dukungan layanan, sementara peserta JRF memperoleh fasilitas transportasi publik gratis sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemprov DKI turut berkoordinasi dalam pengamanan konser dengan menyiagakan sekitar 2.000 personel gabungan serta melakukan pengaturan lalu lintas. Car Free Day di Jalan Sudirman–Thamrin dan HR Rasuna Said pada Minggu (25/10) juga ditiadakan untuk mendukung kelancaran rute lari JRF.
Pramono turut terlibat langsung dalam JRF 2026 dengan melakukan flag-off kategori full marathon dan mengikuti lomba 10 kilometer. Seusai berlari, ia menilai penyelenggaraan JRF berlangsung tertib dan menyenangkan serta berpotensi menjadi contoh bagi penyelenggaraan lomba lari di Indonesia.
