Pemprov DKI Masih Siagakan Psikolog untuk Trauma Healing Siswa SMAN 72
·waktu baca 2 menit

Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama instansi terkait masih bersiaga di SMAN 72 Jakarta untuk memberi trauma healing kepada siswa di sana. Sejumlah psikolog siaga untuk memulihkan trauma para siswa pasca ledakan.
"Sampai saat ini anak-anak belajar juga masih didampingi, beberapa kami standby-kan psikolog, dan mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) masih ada di sana," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, kepada wartawan, Kamis (20/11).
Nahdiana menambahkan, sekitar 87 persen pelajar di SMAN 72 Jakarta sudah memilih pembelajaran secara luring, sedangkan sisanya masih memilih daring. Dia memastikan pihaknya bakal terus melakukan pendampingan.
"Sampai saat ini pembelajaran luring itu sudah sampai dengan 87 pesen anak-anak yang luring. Anak-anak yang memilih daring itu sisanya, lalu yang sakit dan izin juga terkonfirmasi," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, total tiga pelajar yang terluka akibat ledakan SMAN 72 Jakarta masih dirawat di rumah sakit. Mereka dirawat RS Yarsi, RSCM, dan RS Polri Kramat Jati.
Diketahui, salah seorang pelajar yang terluka dan dirawat di RS Polri Kramat Jati adalah pelaku anak berkonflik dengan hukum (ABH).
Total terdapat tujuh bom yang dibawa oleh pelaku dan hendak diledakan di sekolah. Namun, hanya empat bom yang meledak, sedangkan sisanya berhasil diamankan oleh polisi.
Empat bom itu meledak di dalam masjid dan taman baca yang letaknya dekat dengan bank sampah. Untuk bom yang diledakan di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai alat pemantiknya. Sementara bom yang diledakkan di taman baca dan sampah dipantik menggunakan sumbu.
