Pemprov DKI Pecahkan Rekor MURI Khitanan Massal Lebih 2 Ribu Peserta

Program Khitanan Massal memeriahkan HUT ke-499 DKI yang digelar oleh PAM JAYA berkolaborasi dengan TP PKK DKI Jakarta, Daya Wanita PAM JAYA, dan Komunitas Kebaya Jakarta (KKJ) berhasil memecahkan Rekor MURI pada kategori khitan dengan metode klamp secara seri dengan peserta terbanyak, yakni lebih dari 2 ribu orang anak.
Usai pencapaian rekor tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung menargetkan kuota khitanan massal naik menjadi 5 ribu anak untuk perayaan HUT ke-5 abad Jakarta pada tahun 2027 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam acara penutupan Khitanan Massal bersama PAM JAYA yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/7).
Terkait pencapaian peserta tahun ini, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengungkapkan, jumlahnya terus mengalami peningkatan berkat dorongan dari Gubernur DKI Jakarta.
"Waktu pertama empat tahun sebelumnya, anak yang menjadi peserta anak-anak khitanan massal itu hanya 150. Kemudian bergerak ke 500. Saya sempat di-challenge sama Pak Gubernur untuk tambah jadi seribu, dan di-challenge lagi tahun ini, Insyaallah tadi laporan dari panitia sudah tembus di 2 ribu anak," papar Arief dalam laporannya.
Melihat rekor yang berhasil dipecahkan hari ini, Pramono kembali menantang jajaran PAM JAYA untuk menambah jumlah peserta.
"Saya memberikan apresiasi kepada PAM JAYA dan seluruh jajaran atas kegiatan yang luar biasa ini, tetapi saya meminta betul Pak Arief untuk tahun depan, kalau bisa khitannya itu 5 ribu," kata Pramono dalam sambutannya.
Pramono menjelaskan, target lonjakan peserta menjadi 5 ribu anak tersebut secara khusus disiapkan untuk menyambut usia Ibu Kota yang memasuki 5 abad.
"Jadi Bapak harus persiapkan dari sekarang, 5 ribu. Kenapa 5 ribu? Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian, tahun depan DKI Jakarta itu menyambut 5 abad," terangnya.
Pada akhir sambutannya, Pramono kemudian secara resmi menutup seluruh rangkaian program khitanan massal tersebut yang telah berlangsung sejak akhir Juni lalu di berbagai wilayah Jakarta.
"Dengan mengucap Alhamdulillahirabbilalamin, pada hari Rabu tanggal 8 Juli 2026, khitanan massal bersama PAM JAYA tahun 2026 secara resmi kita nyatakan ditutup," ucap Pramono.
