Pemprov DKI Rapat Bahas Proyek Gedung Tertinggi di RI Signature Tower

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung Beringkat  (Foto: Ilustrasi Gedung Beringkat )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung Beringkat (Foto: Ilustrasi Gedung Beringkat )

Proyek pembangunan Signature Tower yang digadang-gadang akan menjadi gedung tertinggi di Jakarta, masih dalam tahap pembangunan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD), kembali menggelar rapat untuk kelanjutan gedung itu.

"Tadi Pak Gubernur tanya bagaimana ketersediaan airnya, kesimpulannya kita (ke depan) akan ada paparan dengan para ahli," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta Saefullah, usai rapat di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

Sekda DKI Saifullah (Foto: Diah Harni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sekda DKI Saifullah (Foto: Diah Harni/kumparan)

Saefullah menjelaskan, rapat yang diadakan kali ini merupakan kali ke-4, di mana gubernur DKI yang sebelumnya juga sudah sempat ikut membahas. Gedung di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), ini memang sudah diusulkan sejak tahun 2010.

"Dari Fauzi Bowo ini sudah ada. Kemarin Pak Marsono sempet masuk, waktu Pak Ahok masuk sudah dibahas juga," kata dia.

Menurut Saefullah, lamanya tahap pembangungan proyek gedung setinggi 628 meter itu, dikarenakan pembahasan tentang daya dukung sarana prasarana yang belum usai.

"Ya itu tadi, daya dukungnya, airnya. PAM bisa mencukupi enggak? Kan dia harus ada secara teknis biar air cukup seperti apa. Jangan sampai masyarakat atau gedung lain jadi kekurangan air. Karena itu kan luar biasa, 111 lantai," tambahnya.

Kondisi Jalan SCBD saat Pilkada DKI. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Jalan SCBD saat Pilkada DKI. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Selain itu, Saefullah menjelaskan proyek pembangunan gedung yang diprediksi akan menjadi gedung tertinggi se-Asia Tenggara tersebut itu bisa dibangun menjadi banyak tempat. "Bisa ada kantor, bisa apartemen, hotel, mal juga ya. Masa ada orang tinggal enggak ada pasarnya," ujar dia.

Pada rapat di tahap selanjutnya, Pemprov DKI akan mengundang pihak SCBD, para ahli, dan pihak Polda Metro Jaya untuk membahas daya dukung sarana prasarana tersebut.

"Kenapa koordinasi dengan Polda? Karena lahan Polda dijadikan satu areal perencanaan," pungkasnya.

Gedung di kawasan SCBD itu akan memiliki ketinggian 638 meter (2.093 ft) dengan 111 lantai. Gedung yang diperkirakan selesai tahun 2022 itu ini akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi keenam di dunia.