Pemprov DKI Siapkan 20 Unit TransJ Rute Blok M-Soetta, Pram Pastikan Tarif Tetap

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bus listrik Transjakarta yang dioperasikan DAMRI. Foto: DAMRI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bus listrik Transjakarta yang dioperasikan DAMRI. Foto: DAMRI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 20 armada bus untuk melayani rute TransJabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, pengoperasian rute baru tersebut tidak disertai perubahan tarif bagi penumpang.

"Hari ini kebetulan kita ada ratas khusus untuk finalisasi Trans Transjabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta. Mengenai rencana tarifnya belum ada perubahan, tetap sebelum jam 6 pagi 2.000, setelah jam 6 pagi 3.500. Jadi belum ada," ujar Pramono usai menghadiri Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-13 KONI DKI Jakarta di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, sebanyak 20 armada disiapkan untuk mendukung operasional rute tersebut. Dengan jumlah armada itu, waktu tunggu penumpang dipastikan relatif singkat.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, saat memberikan sambutan di Pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-XII KONI DKI Jakarta Tahun 2026 di Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

"Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20. Sehingga dengan demikian setiap 5 maksimum 10 menit itu selalu ada," kata Pramono.

Pramono juga menanggapi keluhan masyarakat terkait waktu tunggu TransJakarta yang dinilai cukup lama dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca dan meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Kenapa kemudian sekarang ini banyak keluhan eh ada keluhan mengenai nunggunya lama. Yang pertama harus diakui karena musim hujan seringkali menunggu cukup lama," ujarnya.

"Yang kedua, orang naik transportasi umum di Jakarta sekarang meningkat dengan pesat," sambungnya.

Ia menambahkan, lonjakan jumlah penumpang juga dipicu kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menggratiskan transportasi umum bagi sejumlah kelompok masyarakat.

"Karena apa? 15 golongan kami gratiskan. Itulah yang menyebabkan kemudian orang sekarang apa naik transportasi umum itu menjadi habit baru," kata Pramono.