Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri untuk 75 Mahasiswa Jakarta pada 2027

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kongres I Dewan Pengurus Nasional Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kongres I Dewan Pengurus Nasional Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan program beasiswa pendidikan ke luar negeri bagi 75 mahasiswa asal Jakarta pada 2027. Program tersebut direncanakan mengadopsi konsep Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang sudah lebih dulu dijalankan pemerintah pusat.

Pramono mengatakan, pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI Jakarta bersama layanan kesehatan dan perlindungan sosial. Menurutnya, ketiga sektor tersebut harus mendapat perhatian untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Begitu saya dilantik menjadi gubernur, saya menyampaikan hal yang tidak boleh berubah, hal yang harus dipertahankan, hal yang harus diperbaiki adalah menyangkut satu: pendidikan, dua: kesehatan, tiga: bantalan sosial,” kata Pramono pada Kongres I Dewan Pengurus Nasional Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10).

Rencana beasiswa luar negeri itu menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Saat ini, Pemprov DKI tengah menjalankan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang menjangkau sekitar 700 ribu peserta didik. Sementara itu, program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) memberikan bantuan pendidikan kepada sekitar 15.800 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Ilustrasi penerima beasiswa. Foto: Kemenkeu RI

Pramono menilai dukungan pendidikan perlu terus diperluas agar kesempatan belajar masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi keluarga. Karena itu, Pemprov DKI berupaya memperkuat program bantuan pendidikan yang telah berjalan sekaligus menyiapkan program baru.

Sementara itu, Ketua DPD AFEBSI DKI Jakarta sekaligus Ketua Panitia Kongres I AFEBSI, Arif Murti Rozamuri, mengatakan kongres tersebut melibatkan perwakilan dari 72 perguruan tinggi di berbagai provinsi di Indonesia.

Arif mengapresiasi dukungan Pemprov DKI terhadap penyelenggaraan kongres tersebut. Ia juga berharap kolaborasi antara AFEBSI dan Pemprov DKI dapat diperkuat, termasuk melalui kegiatan pengembangan masyarakat di Kepulauan Seribu.

"Kami mohon dukungan dari Pemprov DKI Jakarta untuk kita sama-sama melanjutkan kolaborasi di pulau terluar Jakarta, di Pulau Seribu. Saya yakin sudah banyak yang dilakukan Pemprov DKI dan AFEBSI siap mengambil bagian dan siap mengambil peran dalam kegiatan dan kolaborasi kita bersama,” kata dia.

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional AFEBSI, Ahmad Rozi, mengatakan organisasi tersebut menghimpun fakultas ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia. Ia berharap kongres itu menjadi awal penguatan kerja sama untuk meningkatkan kapasitas perguruan tinggi.

“Jadi saya sampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur Pramono atas segala fasilitas yang sudah diberikan kepada kami selama kegiatan kongres ini. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi bagi penguatan dan peningkatan kapasitas perguruan tinggi di mana tempat kami bernaung,” ujar Ahmad.