Pemprov DKI Sudah Tangani 29 Ribu Titik Jalan Berlubang di Awal 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan tampak melambat dan menghindari jalan yang berlubang saat melintas di Jalan H. Naman, kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan tampak melambat dan menghindari jalan yang berlubang saat melintas di Jalan H. Naman, kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat telah menangani puluhan ribu titik jalan berlubang sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan, perbaikan jalan dilakukan dengan mengedepankan prinsip gerak cepat agar tidak mengganggu aktivitas warga.

“Dalam menanggapi berbagai keluhan masyarakat, maka Pemprov terus mengedepankan prinsip gerak cepat yakni melalui penanganan jalan berlubang yang sampai saat ini telah mencapai 29.027 titik sepanjang Januari hingga Maret 2026,” ujar Atika dalam Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/4).

“Ini berdasarkan laporan masyarakat dan juga hasil monitoring internal,” lanjutnya.

Petugas Suku Dinas Bina Marga melakukan penyisiran serta penambalan jalan berlubang di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, pada Senin (9/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Selain perbaikan jalan, Pemprov DKI juga melakukan berbagai langkah untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Selain itu dalam upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan juga telah dilakukan kegiatan kerja bakti massal, Jaga Jakarta Bersih di berbagai wilayah yang melibatkan pemerintah dan masyarakat secara serentak,” tuturnya.

Upaya pengendalian lingkungan juga difokuskan pada sejumlah titik yang menjadi perhatian, termasuk di RDF Plant Rorotan yang sempat menimbulkan bau.

Pemprov melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak lingkungan di kawasan tersebut.

Petugas Suku Dinas Bina Marga melakukan penyisiran serta penambalan jalan berlubang di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, pada Senin (9/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Untuk isu lingkungan khususnya di sekitar RDF Plant Rorotan, pemerintah juga melakukan berbagai langkah pengendalian seperti pengoperasian deodorizer, optimalisasi pengelolaan emisi serta pembentukan tim pemantauan yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat,” jelas Atika.

Lebih lanjut, Atika menyampaikan Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tangguh.

“Pemprov itu terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir melalui pembangunan dan peningkatan pompa, waduk, dan embung di berbagai wilayah,” ujar Atika.

Selain itu, pembangunan saluran penghubung dan saluran mikro juga terus digenjot untuk meningkatkan kapasitas drainase kota.

Kondisi Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah seorang pelajar tewas akibat kecelakaan yang diduga dipicu permukaan jalan berlubang dan licin. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Dan tentunya pembangunan saluran penghubung dan saluran mikro sepanjang 129.486 meter yang tersebar di 5 kota administrasi. Dan juga kami terus melakukan peningkatan kapasitas drainase kota,” ungkapnya.

Pengelolaan limbah berkelanjutan juga menjadi salah satu prioritas jangka panjang melalui proyek pengolahan limbah skala besar.

“Di sisi lain, pengelolaan limbah berkelanjutan juga menjadi prioritas melalui penyelesaian Jakarta Sewerage Development Project zona 1 paket 5 dan 6. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan secara menyeluruh,” kata dia.