Pemprov Jabar Bangun 20 Unit Huntara untuk Korban Gempa Cianjur, Didesain Unik
·waktu baca 2 menit

Jabar Quick Respons (JQR) Pemprov Jabar membangun 20 unit hunian sementara (huntara) bagi warga yang terdampak gempa di Cianjur. Hunian sementara itu memiliki desain yang unik dan diklaim tahan terhadap gempa.
Koordinator Unit Disaster JQR, Syehabudin mengatakan, hunian sementara itu dibangun dari bahan tiang yang terbuat dari baja ringan dan dapat dibongkar pasang. 2o unit yang telah berdiri merupakan tahap awal.
"Sampai hari ini, JQR telah membangun hunian sementara percontohan di Kampung Surupan sebanyak 20 unit, ada dua tipe, yakni tipe 1 yang bisa di huni untuk 1 KK dan tipe 2 bisa dihuni untuk 2 KK," kata Syehabudin saat dikonfirmasi pada Rabu (18/1).
Sebelum dibangun, Syehabudin memastikan pihaknya telah berdiskusi dengan pakar kegempaan di bidang arsitektur dan pakar kebencanaan. Ditargetkan terdapat 1.000 unit hunian sementara yang dapat dibangun di Cianjur.
"Bangunannya dirancang untuk tahan gempa, bentuknya itu bisa jadi rumah tumbuh, jika warga akan membangun jadi hunian tetap bisa dibangun kembali atau berlanjut," papar dia.
Dengan dibangunnya hunian itu, lanjut Syehabudin, diharapkan aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Dia tak menyebutkan secara rinci dana pembangunan hunian sementara itu.
"Harapannya setelah rumah diberikan kepada warga, semoga warga Cianjur pulih," pungkasnya.
Terpisah, Muhammad Alinudin yang sehari-hari menjadi guru mengaji di Cianjur mengaku terbantu atas hunian sementara yang didirikan itu.
"Sudah tinggal di tenda selama hampir tiga minggu," imbuhnya.
Ali menuturkan, rumahnya yang rusak akibat gempa sering jadi tempat belajar mengaji anak-anak.
"Semenjak gempa, pembelajaran itu sempat terhenti. Mulai hari Jumat rencananya pengajian anak-anak akan dimulai kembali. Banyak terima kasih kepada JQR dan seluruh relawan, rumah ini sangat dibutuhkan untuk saya dan keluarga saya," tutupnya.
