Pemprov Jabar Janji Lunasi Utang Petani Milenial Pekan Depan
·waktu baca 2 menit

Pemprov Jabar berjanji bakal melunasi utang para pemuda yang mengikuti program Petani Milenial. Paling lambat, pelunasan akan dilakukan pada Senin (6/2).
"Kami hari Senin akan selesaikan pembayaran kredit mereka ke Bank Jabar Banten (BJB)" kata Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jabar, Yuke Mauliani Septina, dalam keterangannya, Kamis (2/2).
Sementara Direktur Utama PT. Agro Jabar Nurfais Almubarok selaku penjamin dalam program itu menyatakan bakal membantu pelunasan utang para petani. Ada 18 petani yang meminjam uang ke BJB. Tiap petani meminjam uang senilai Rp 50,2 juta.
"Itu kan 18 peserta yang dapat KUR kali Rp 50 juta. Itu kewajiban pokoknya," ucap dia.
Tak hanya PT. Agro Jabar, Nurfais mengatakan CV. Minaqu Indonesia sebagai offtaker dalam program tersebut bakal turut membantu pelunasan utang. Dengan begitu, diharapkan utang para petani dapat dilunasi.
"Jadi Minaqu membayarkan juga," kata dia.
Sebelumnya salah seorang peserta Petani Milenial, Rizky Anggara (21) mengaku dirinya dan peserta lain yang tergabung dalam angkatan pertama program Petani Milenial harus dikejar utang bank usai mengikuti program.
Selama setahun program berjalan, Rizky mengatakan para Petani Milenial 4 kali memanen hasil dari budidaya tanaman hias dengan nilai penjualan mencapai angka sekitar Rp 1,3 miliar. Namun, hasil panen yang harusnya diterima oleh para petani milenial itu tak kunjung dibayar oleh CV. Minaqu Indonesia.
"Sampai sekarang akhirnya si Minaqu ini belum membayar panen kurang lebih Rp 1 miliar," ujar dia.
Para peserta dikejar utang oleh bank. Menurut Rizky, tiap peserta ditagih utang oleh bank senilai Rp 50,2 juta. Dengan tak dibayarnya hasil panen, dia mengaku kebingungan untuk membayarkan utang ke bank tersebut. Dia sudah mengadu ke Pemprov Jabar soal permasalahan itu tapi Pemprov Jabar disebutnya seakan lepas tangan.
