Pemprov Jabar Siapkan Relokasi Korban Banjir dan Pergerakan Tanah di Sukabumi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas SAR Brimob merapikan material dampak pergeseran tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/12/2024). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas SAR Brimob merapikan material dampak pergeseran tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/12/2024). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan merelokasi bagi warga Sukabumi yang terdampak bencana pergerakan tanah dan banjir.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyebut bahwa relokasi menjadi prioritas utama. Terutama untuk rumah-rumah yang berada di kawasan rawan pergerakan tanah.

"Yang penting itu adalah relokasi beberapa rumah, terutama di daerah yang pergerakan tanahnya terjadi," ujar Bey di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).

PJ Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Selasa (26/6/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Bey menjelaskan, berdasarkan data, di Kecamatan Cikembar terdapat 40 rumah yang rusak. Sementara di daerah Purabaya ada 4 rumah yang mengalami kerusakan berat. Namun warga setempat merasa tidak aman.

"Kalau sudah diasesmen oleh PVMBG, kalau memang diperlukan direlokasi semua, kami akan relokasi," ucap dia.

Bey juga memastikan bahwa akses menuju daerah terdampak kini lebih terbuka.

"Untuk daerah yang terisolir sudah tidak ada, walaupun masih ada yang memutar atau masih perbaikan sehingga masih harus antre," jelasnya.