Pemprov Jateng Wajibkan Pengelola Tempat Wisata Aktifkan Pedulilindungi

25 April 2022 18:32
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pemprov Jateng Wajibkan Pengelola Tempat Wisata Aktifkan Pedulilindungi (3587)
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau seluruh pengelola objek wisata agar mengaktifkan aplikasi Pedulilindungi pada masa libur Lebaran 2022. Hal itu sebagai syarat mutlak dan wajib dijalankan.
ADVERTISEMENT
"Sampai saat ini kawan dari dinas pemuda dan kepariwisataan sudah melakukan imbauan ke seluruh objek wisata yang ada di Jawa Tengah. Jadi memang terkait pedulilindungi ini adalah solusi yang sangat mutlak," kata Kepala Dinas Perhubungan Jatent Henggar Budi dalam diskusi Berkah Mudik Untuk daerah melalui kanal youtube, Senin (25/4).
Meski begitu, Budi masih memberikan toleransi bagi masyarakat yang hendak berwisata namun tidak memiliki gawai ataupun aplikasi Pedulilindungi.
"Tapi tentunya masyarakat yang tidak mau menggunakan pedulilindungi harus menggunakan sertifikat vaksin. Tidak menutup kemungkinan memang kadang masyarakat usia tertentu sudah tidak mungkin bawa hp tidak menggunakan itu, tapi memang rata-rata sudah melakukan vaksin," ujar Budi.
Ia berharap aktifnya aplikasi pedulilindungi di objek-objek wisata dapat melindungi masyarakat dan meminimalisasi penyebaran virus corona.
ADVERTISEMENT
"Karena nanti momen perayaan setelah idul fitri masyarakat berbondong-bondong ke tempat pariwisata kami mempersiapkan instansi terkait di kabupaten/kota diharapkannya ini semua dapat bisa berjalan nanti bagaimana mudik ini bisa berjalan dengan sehat," imbuh dia.
Lebih lanjut, Henggar mengeklaim, capaian vaksinasi COVID-19 telah di angka 92 persen. Namun, suntikan ketiga atau booster baru mencapai sekitar 20 persen pada awal April 2022.
"Posisi awal April kemarin masih 20 persen tapi masih saat ini masih dikejar karena masih terus dibuka posko-posko vaksinasi," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020