News
·
10 Mei 2021 9:51

Pemuda 22 Tahun di DKI Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Ada Pembekuan Darah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pemuda 22 Tahun di DKI Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Ada Pembekuan Darah (245829)
searchPerbesar
Trio Fauqi Virdaus, warga buaran meninggal setelah divaksin Asteazeneca Foto: Dok. Istimewa
Komnas KIPI masih mengusut kasus pemuda 22 tahun, Trio Fauqi Virdaus, yang meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin AstraZeneca di Jakarta. Komnas KIPI belum bisa menentukan apakah kematian Trio berkaitan dengan penyuntikan vaksin, namun laporan medis menunjukkan Trio mengalami pembekuan darah (blood clot).
ADVERTISEMENT
"Jadi sulit untuk menentukan, ya, mau mengkaitkan dengan katakanlah kematian akibat vaksin AstraZeneca. Kan memang sebetulnya yang dilaporkan blood clot. Blood clot kan bisa di otak, paru, perut, dan kaki. Di kaki dan perut biasanya enggak menyebabkan kematian," kata Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari saat dikonfirmasi kumparan, Senin (10/5).
"Biasanya yang menyebabkan kematian di otak dan di paru. Di paru dia enggak ada tanda-tanda sesak. Di otak [gejalanya] kejang, pusing. Namun gejala AstraZeneca juga ada pusing. Kemudian kejang, kata temen-temennya, kata keluarga enggak ada," imbuh dia.
Pemuda 22 Tahun di DKI Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Ada Pembekuan Darah (245830)
searchPerbesar
Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari. Foto: FKUI
Hindra menjelaskan, Trio divaksin AstraZeneca pada Rabu (5/5). Usai divaksinasi, ia merasakan gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yakni demam, mual, hingga pusing. Namun, Trio tidak menghubungi nomor penanganan KIPI yang tertera di kertas vaksinasi dan memutuskan pergi ke dokter langganannya.
ADVERTISEMENT
Dokter tersebut ternyata tidak praktik hari itu, sehingga Trio tak jadi berobat. Hingga siang esok harinya, Kamis (6/5), Trio dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba di RS Astra Nugraha, Jakarta Timur. Berdasarkan laporan, Trio diduga meninggal dunia akibat blood clot atau pembekuan darah.

Sekilas Blood Clot

Blood clot atau pembekuan darah adalah gangguan dalam proses koagulasi alias pembekuan darah. Biasanya, darah akan mulai membeku setelah terjadinya cedera untuk mencegah seseorang mengalami kehilangan darah dalam jumlah besar.
Pemuda 22 Tahun di DKI Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Ada Pembekuan Darah (245831)
searchPerbesar
Ilustrasi vaksin corona AstraZeneca. Foto: Yves Herman/REUTERS
Namun, beberapa kondisi tertentu dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku dan menggumpal dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan perdarahan berat atau berlangsung lama. Mulai dari penyakit hati, defisiensi vitamin K, sampai efek samping obat-obatan tertentu.
ADVERTISEMENT

Komnas KIPI Melakukan Investigasi

Kasus pembekuan darah akibat penggunaan AstraZeneca sebelumnya sudah beberapa kali terjadi di Eropa. Tetapi, Hindra menekankan belum bisa memastikan apakah Trio meninggal karena divaksin AstraZeneca.
Trio harus diautopsi untuk mengetahui secara cepat dan akurat apakah kematiannya berkaitan dengan penggunaan vaksin AstraZeneca.
Namun hal ini menurutnya sulit dilakukan, sehingga pihaknya akan terus melakukan investigasi untuk mengetahui keterkaitan kematian Trio dengan vaksin AstraZeneca.
Jadi memang kalau dari laporan kematian di UK dan Eropa dilakukan autopsi. Ketahuan. Di kita kalu kita lakukan autopsi juga bisa ketahuan, tapi mungkin keluarga enggak bersedia. Jadi karena keadaan di kita, dan itu harus izin, jadi sulit menentukan kematian ini apa karena vaksin AstraZeneca, atau ada penyakit lain.
-Ketua Komnas KIPI Prof Hindra
"Untuk penyakit lain kita harus tindak lanjuti, kan ada dokter langganannya apa ada riwayat dia sakit jantung, asma, dll, yang dikaitkan dengan kematian almarhum kemarin. Kemudian kita juga lihat dokter UGD akan kita wawancara lagi. Jadi belum bisa dipastikan, sampau saat ini, bukti yang ada belum cukup kuat," lanjut dia.
ADVERTISEMENT

Almarhum Tidak Memiliki Riwayat Sakit Berat

Mengenai kondisi dan riwayat penyakit almarhum, kakak Trio yang bernama Viki, menyebut adiknya tidak memiliki riwayat sakit berat. Termasuk tidak pernah terinfeksi COVID-19.
"Setahu saya tidak ya, dia enggak ada riwayat penyakit berat dan ibu saya bilang saat berangkat kerja dalam keadaan sehat. Hasil pemeriksaan tidak ada riwayat (COVID-19), sehat, orang waktu hari Minggu sebelumnya baru selesai ikut kontes burung," tutur Viki yang dihubungi terpisah.
"Tapi kerja dia memang sering lembur, overtime karena kan di bagian lapangan," tambah dia. Trio bekerja sebagai tenaga alih daya (outsourcing) di Pegadaian.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: