Pemuda di Palembang Diamankan: Terobos Polda Sumsel, Mau Pinjam Heli ke Ethiopia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Barang bukti milik Dai Risky Hidayat usai diamankan petugas Polda Sumsel setelah melakukan aksi nekat menerobos masuk sembari membawa bendera berwarna hijau bertuliskan kalimat tauhid. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Barang bukti milik Dai Risky Hidayat usai diamankan petugas Polda Sumsel setelah melakukan aksi nekat menerobos masuk sembari membawa bendera berwarna hijau bertuliskan kalimat tauhid. Foto: Dok. Istimewa

Seorang pria berinisial DRH (24 tahun) di Palembang ditangkap petugas Polda Sumsel, usai menerobos masuk Markas Polda Sumsel sembari membawa bendera berwarna hijau bertuliskan kalimat tauhid.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi Senin malam (6/7) sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu, DRH berlari menerobos masuk dari pos penjagaan sembari berteriak takbir secara histeris.

DRH langsung diamankan petugas jaga yang dengan sigap mengejar dan menangkap DRH sebelum tindakannya mengganggu situasi dan keamanan di lingkungan Polda Sumsel.

Mau Pinjam Helikopter, Pergi ke Ethiopia

Saat diinterogasi petugas, DRH mengaku datang ke Polda Sumsel dengan tujuan hendak meminjam helikopter agar dapat diantarkan ke Ethiopia. Ia ingin menuntaskan petunjuk dari mimpinya.

"Mau pinjam helikopter Pak, nganterin ke Ethiopia karena sudah bermimpi," kata DRH saat ditanya petugas.

Menurutnya, setelah rutin menjalankan salat istikharah dan tahajud sejak sepekan terakhir, ia mendapatkan petunjuk melalui mimpi.

"Tidak tau, Pak, dari hati aku menyuruh ke sini (Mapolda Sumsel)," jelasnya.

DRH mengaku hal itu berawal dari rasa sakit hatinya terhadap seorang bernama Musa yang telah menghina almarhumah ibunya dengan ucapan tidak pantas.

"Jadi karena sakit hati aku salat dan terbawa mimpi agar aku membuat orang itu (Musa) di Ethiopia," jelasnya.

Dai Risky Hidayat diamankan petugas Polda Sumsel setelah melakukan aksi nekat menerobos masuk sembari membawa bendera berwarna hijau bertuliskan kalimat tauhid. Foto: Dok. Istimewa

Atas perbuatannya itu, DRH diperiksa polisi untuk didalami motifnya menerobos kawasan Markas Polda Sumsel tanpa izin.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, mengatakan saat kejadian petugas piket yang berjaga langsung bergerak cepat mengamankan DRH begitu mengetahui yang bersangkutan memasuki area terlarang tanpa izin.

“Bahwa benar ada seorang pria berinisial DRH yang menerobos area yang dilarang dengan masuk tanpa izin,” ujar Nandang, Selasa (7/7).

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap barang bawaan pria tersebut. Polisi mendapati beberapa barang, di antaranya bendera bertuliskan kalimat tauhid, gunting, serta minuman.

Nandang menegaskan, tindakan cepat petugas dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Polda Sumsel. Hal itu dilakukan agar tidak ada korban maupun gangguan keamanan yang lebih luas.

“Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif,” katanya.

Selain itu, petugas juga berencana melakukan pemeriksaan psikologis terhadap DRH dengan melibatkan tenaga medis dan dokter untuk memastikan kondisi kejiwaannya. Hal itu agar penyidik memperoleh gambaran yang utuh terkait latar belakang dan tujuan aksi yang dilakukan.

“Nanti akan dilakukan pemeriksaan psikologis dengan melibatkan dokter. Saat ini proses pemeriksaan masih terus berjalan," jelasnya.