Pemuda di Pekalongan Bohong Sudah Motong Jari Begal: Biar Terlihat Keren

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmat C Yusuf saat bertemu Bayu Wibowo (19) pemuda yang berbohong menjadi korban begal. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmat C Yusuf saat bertemu Bayu Wibowo (19) pemuda yang berbohong menjadi korban begal. Foto: Dok. Istimewa

Seorang pemuda di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bikin geger warganet lantaran mengaku menjadi korban begal. Dalam video yang ia unggah di status WhatsApp-nya, pemuda bernama Bayu Wibowo (19) itu bahkan sempat memamerkan sepotong jari yang diakuinya merupakan jari pelaku begal.

Polisi yang mendengar informasi adanya pembegalan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Namun petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara tidak menemukan bekas kecelakaan, ceceran darah, kerusakan pada helm maupun sepeda motor sebagaimana pengakuan Bayu dalam video.

Polisi kemudian mengecek rumah Bayu. Di sana, ia menemukan potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari di selokan depan rumah Bayu. Ternyata, jari yang dipamerkan bayu sebagai jari begal itu merupakan sepotong wortel.

Di lokasi, polisi juga menemukan tinta hijau yang digunakan Bayu sebagai properti agar terlihat seperti darah ketika video diedit menjadi hitam putih.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmat C Yusuf mengatakan, dari hasil penyelidikan, Bayu bukanlah korban pembegalan. Peristiwa pembegalan tersebut, disebutnya sama sekali tidak pernah terjadi.

"Yang diberitakan adalah bohong," ujar Rachmat kepada wartawan, Selasa (4/7).

Ia mengungkap, Bayu berpura-pura mengaku sebagai korban pembegalan hanya agar dianggap keren oleh teman-temannya.

"Motifnya semata-mata agar yang bersangkutan dianggap berani atau jagoan di depan teman-temannya," jelas dia.

Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. Polisi juga menggandeng pemerintah desa dan keluarga pelaku untuk melakukan pembinaan.

"Nanti kita dalami dulu. Yang bersangkutan juga sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi," ungkap Rachmat.

Sementara itu, Bayu sudah meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia mengaku menyesal karena telah menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Menyesal, Mas. Siap kalau nanti ada proses penyebaran informasi hoaks," ucap Bayu.

Pemuda asal Desa Wringinagung, Kecamatan Doro itu mengaku ide mengaku dibegal itu merupakan spontanitas. Ia sempat mengunggah video tersebut namun akhirnya dihapus karena merasa takut.

"Random saja, kepikiran sendiri. Saya upload cuma sekitar lima menit terus saya hapus karena takut," kata Bayu.