Pemuda di Yogya Tewas Disabet Gir Orang Tak Dikenal, Luka Berat di Wajah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas melakukan olah TKP di lokasi seorang pria berinisial D (18) diduga disabet gir oleh orang tak dikenal hingga tewas di Jalan Gedongkuning, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan olah TKP di lokasi seorang pria berinisial D (18) diduga disabet gir oleh orang tak dikenal hingga tewas di Jalan Gedongkuning, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Seorang pemuda berinisial D (18) asal Kebumen, Jawa Tengah, meninggal dunia usai mengalami luka berat di bagian wajah. Dia diduga disabet orang tidak dikenal menggunakan gir di Jalan Gedongkuning, Kota Yogyakarta pada Minggu (3/4) dini hari, kemarin.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.10 WIB. Korban yang membonceng rekannya dianiaya pelaku yang diperkirakan mencapai 5 orang.

"Pelaku diduga menggunakan kendaraan bermotor roda dua. 2 kendaraan, 1 kendaraan ditumpangi 2 orang dan 1 kendaraan lagi ditumpangi 3 orang," kata Ade Ary ditemui saat olah TKP, Senin (4/4).

Dari hasil penyelidikan sementara, diduga korban mengalami luka di bagian wajah setelah disabet menggunakan gir.

Petugas melakukan olah TKP di lokasi seorang pria berinisial D (18) diduga disabet gir oleh orang tak dikenal hingga tewas di Jalan Gedongkuning, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan olah TKP di lokasi seorang pria berinisial D (18) diduga disabet gir oleh orang tak dikenal hingga tewas di Jalan Gedongkuning, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Alat yang digunakan menggunakan gir. Iya kemungkinan (disabetkan)," katanya.

Korban ditemukan oleh petugas Patroli Polda DIY. Korban kemudian dibawa ke RSPAU Hardjolukito untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

"Patroli Sabhara Polda dan Polsek menemukan seorang laki-laki (korban) yang mengalami luka di mukanya," jelasnya.

"Korban meninggal di rumah sakit. Beberapa saat setelah ditemukan oleh petugas kami dibawa rumah sakit meninggal dunia," katanya.

Pada Minggu siangnya, korban kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Kebumen.

Ade Ary dan jajarannya juga masih mendalami motif kejahatan ini. Dia pun enggan peristiwa ini disebut sebagai klitih, mengingat klitih sebenarnya memiliki arti yang baik.

"Kejahatan jalanan, tidak ada istilah klitih adanya kejahatan jalanan. Karena klitih itu sebenarnya budaya yang jalan-jalan sore. Tolong kita hilangkan kata-kata klitih karena berkonotasi dengan tidak baik," tegasnya.

Olah TKP yang dilakukan kali ini, diharapkan dapat menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus.

"Motif masih didalami. Penyelidikan masih berlangsung kita akan terus melakukan olah TKP dan mendalami keterangan saksi-saksi," katanya.

Sementara itu, Purwanto (66) Linmas di Kalurahan Banguntapan tidak melihat langsung kejadian. Hanya saja dia mendengar suara seperti motor diseret. Saat itu dia mengira telah terjadi kecelakaan.

"Dengar suara gesekan seperti motor diseret. Tahunya kecelakaan," kata Purwanto.

Setelah itu, ada patroli polisi yang melintas dan korban dibawa ke rumah sakit.

"Korban sudah tidak bergerak waktu itu. Berlumuran darah," katanya.