Pemuda Disebut Tewas Kecelakaan di Jaktim, Keluarga Ungkap Kejanggalan

23 Mei 2024 11:54 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kecelakaan motor. Foto: mitifoto/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan motor. Foto: mitifoto/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seorang pemuda bernama Yosafat Christo Barend Kroma (22) tewas di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, pada 22 Februari lalu. Ia disebut meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
ADVERTISEMENT
Keluarga korban melalui akun X @Jourahs, mengungkapkan ada kejanggalan yang terjadi dalam kasus kematian Yosafat.
Berdasarkan laporan awal yang diterima keluarga, saat kejadian ada 3 mobil angkutan kota (angkot) ugal-ugalan. Salah satu angkot itu menyerempet motor Honda CRF yang dikemudikan korban hingga hilang kendali dan menabrak pohon.
Yosafat lalu terpental jatuh ke aspal. Dari belakang datang sebuah motor Honda Vario yang melindas korban. Ini yang disebut menjadi penyebab kematiannya.
Saat mengurus jenazah, keluarga melihat ada luka robek di pelipis kiri korban. Polisi pun menyarankan orang tua korban agar dilakukan visum. Namun, keluarga menolak karena percaya dengan kronologi kejadian yang disampaikan.
Pada kesempatan yang sama, keluarga juga baru mengetahui korban tak sendiri saat kejadian. Korban berjalan beriringan bersama temannya inisial I yang mengemudikan mobil Honda CRV.
ADVERTISEMENT
"Mulailah si I ditanya tanya sama tante ku (ibunda Yosafat). Dia menjelaskan seperti kronologi di atas. Dan menurut pengakuan dia, Yos meninggal di pangkuan si I," cuit @Jourahs dalam akun X-nya, dikutip Kamis (23/5).
Motor korban dan mobil HRV milik I disita polisi sesaat setelah kejadian sebagai barang bukti.
Kecurigaan mulai muncul ketika keluarga I datang ke rumah duka menggunakan mobil HRV tersebut. Padahal, motor Yosafat masih disita polisi. Saat itu, I juga tak ikut datang ke rumah duka dengan alasan mengalami shock berat.
"Si I, yang seharusnya menjadi saksi kunci untuk kematian sepupuku, datang di ibadah penutupan peti dan pada proses penguburan, dia dan kakaknya bisa bercanda-canda, ketawa-ketawa gak ada dosa. Padahal sebelumnya bilang dia shock berat," ujar @Jourahs.
ADVERTISEMENT
Kecurigaan itu semakin diperkuat setelah teman korban lainnya mengungkapkan dugaan bahwa Yosafat tidak tewas akibat kecelakaan tunggal.
"Bukan angkot yang ugal-ugalan yang nyerempet adik aku. Tapi kemungkinan temennya sendiri. Saksi mata di lokasi kejadian bilang gak ada angkot. Yang ada mobil HRV, Xpander, sama mobil kecil lain," beber dia.
Belakangan diketahui juga, mobil HRV milik I juga ada bekas tabrakan di bagian depannya.
"Mau tau yang bikin sakit hatinya lagi apa? Sepupu gue ga meninggal di pangkuan si I. Adek gue kegeletak di jalan. Yang nolong malah warga sekitar situ pake ambulance masjid. Si I kemana? Gatau.. Intinya dia bohong di kronologi awal," ungkapnya.
Saat ini, I sudah mengakui telah menabrak Yosafat. Keluarga pun setuju untuk dilakukan ekshumasi untuk autopsi ulang korban.
ADVERTISEMENT
"Sampai saat ini, I masih dianggap sebagai saksi. Kami pun belum mendapatkan cerita kronologi yang seutuhnya dari pihak kepolisian. Semua info yg kami dapatkan hanya mengarah ke I sebagai pelakunya," kata @Jourahs.
Penjelasan Polisi
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly angkat bicara terkait peristiwa ini. Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut.
"Iya, masih dalam tahap penyelidikan," kata Nicolas saat dikonfirmasi kumparan.
Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak membangun asumsi. Nicolas memastikan akan mengusut tuntas perkara ini.
"Pihak Satlantas Polrestro Jaktim akan melakukan gelar perkara eksternal dengan data dan fakta yang telah terkumpul secara optimal tersebut untuk menentukan dapat atau tidak ditingkatkan ke tahap selanjutnya," ujar dia.
ADVERTISEMENT
"Kita sesuaikan dengan data dan fakta hasil penyelidikan. Jadi saya harapkan Janganlah kita berasumsi dan membangun opini sendiri," pungkasnya.