Pemukulan Anak Komut Bank Jatim di Holywings Yogya Dipicu Provokasi Kawan Lama

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Duke Arie Widagdo (tengah) kuasa hukum Bryan Yoga Kusuma memberikan keterangan pers ke awak media di Yogyakarta, Senin (6/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Duke Arie Widagdo (tengah) kuasa hukum Bryan Yoga Kusuma memberikan keterangan pers ke awak media di Yogyakarta, Senin (6/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Anak Komisaris Utama Bank Jatim Suprajarto, Bryan Yoga Kusuma, menjadi korban penganiayaan di Holywings Yogya di Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, DIY, Sabtu (4/6) dini hari. Dalam kasus ini, keluarga korban menyebut korban dianiaya 20 orang termasuk anggota Polri.

Kuasa hukum korban, Duke Arie Widagdo, membeberkan kronologi lengkap dan pemicu peristiwa yang dialami kliennya.

"Jumat 3 Juni 2022 pukul 23.30 WIB Bryan bersama teman-teman ke Holywings. Jam 02.00 WIB dini hari terjadi peristiwa perkelahian jadi ada provokasi terlebih dahulu oleh saudara yang berinisial KN (Karmel)," kata Arie ditemui di Yogyakarta, Senin (6/6).

Arie menjelaskan KN ini merupakan kawan lama Bryan. Mereka berdua tidak sengaja bertemu di Holywings.

"Informasi yang saya dapat dari Bryan, dia kenal sama KN, ya. Teman kalau enggak salah, teman lama ketemu di Holywings, enggak sengaja ketemu di Holywings," katanya.

Bryan Yoga Kusuma. Foto: Dok. Istimewa

Saat itu Bryan dijelaskan sedang bersama teman kerjanya sehingga tak ingin diganggu oleh KN. Namun, pada saat Bryan dan temannya ngobrol, KN datang mengganggu Bryan.

"(KN) dikasih tahu jangan ikut dulu karena ada pembahasan pekerjaan. Dia (KN) tersinggung, di situ awal mula terjadinya perselisihan. Ada provokasi dari KN akhirnya mereka keluar diselesaikan di luar (Holywings)," katanya.

Arie mengatu tak tahu apa pekerjaaan KN. Namun dari informasi yang pihaknya dapatkan, KN ini sempat mengenyam kuliah hukum.

Karmel Memanggil Rekannya Anggota Polri

Setelah itu terjadilah perkelahian di lapangan parkir Holywings. Saat itu KN alias Karmel memanggil rekannya seorang polisi berinisial LV. Terjadilah provokasi dan Bryan dikeroyok.

"Tadi tanya langsung ke klien kami bahwa dia sempat diseret di parkiran itu dibenturkan diaspal diseret," kata dia.

Setelah kejadian di Holywings itu, Bryan dibawa ke Polres Sleman untuk mediasi. Namun sesampai di Polres, menurut kuasa hukum, Bryan justru dianiaya.

"Di sini yang kami kecewa bahwa info yang kami peroleh dari klien terjadi pukulan oleh oknum anggota Polres Sleman. Ini masih kita dalami juga karena pengakuan klien kami seperti itu. Temannya, Albert, juga menyatakan seperti itu," katanya.

Korban Lari untuk Minta Pertolongan

Lantaran hal itulah, Bryan kemudian lari dari Polres Sleman untuk meminta pertolongan. Di Jalan Magelang, Bryan tertabrak mobil hingga sempat pingsan.

"Dia melarikan diri meminta pertolongan. Makanya badannya, mukanya, ada yang lebam. Lari minta pertolongan melompat pagar tidak lihat kanan kiri ditabrak (mobil), sudah tidak sadarkan diri. Ini yang kami dapat dari saksi-saksi termasuk Bryan sendiri," kata dia.

Sementara pakde dari Bryan, Anung Prajotho, mengatakan bahwa Bryan ini tengah menggarap proyek pariwisata di Yogyakarta. Dia ke Holywings karena ajakan rekan bisnisnya untuk membicarakan pekerjaan di sana.

"Jadi Bryan itu garap proyek. Ada beberapa relasi yang kepengin ketemu kemarin, memang ada relasi dari luar kota yang ingin ngomong-ngomong sama Bryan yang di tempatnya itu di Holywings permintaan temannya di situ," kata Anung.