Penahanan Bacabup Batu Bara yang Tersangkut Kasus Suap Ditangguhkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eks Bupati Batu Bara Zahir. Foto: Istimewa/HO/ Antara
zoom-in-whitePerbesar
Eks Bupati Batu Bara Zahir. Foto: Istimewa/HO/ Antara

Polda Sumut menunda proses hukum yang menjerat calon Bupati Batu Bara, Zahir. Polisi menjadikan Zahir tersangka dalam kasus suap seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2023.

Selain itu, penahanan Zahir juga turut ditangguhkan.

“Proses hukum eks Bupati Batu Bara (Zahir) ditunda, bukan dihentikan, ditunda. Kita hormati hak konstitusi yang bersangkutan di mana kita tahu yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai paslon Bupati Batu Bara,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi di Medan pada Kamis (26/9).

“Kita sesuai dengan surat telegram Kapolri, siapa pun yang daftar [pilkada] kemudian ditetapkan [sebagai calon kepala daerah oleh KPU], dihargai, dan kita tunda proses hukum,” sambungnya.

Meski begitu, Hadi belum merinci kapan penangguhan itu dilakukan. Zahir sebelumnya ditangkap pada Selasa (3/9) lalu.

“Penangguhan penahanan kita lihat sesuai proses (sampai kapan). Yang bersangkutan wajib lapor, dalam pengawasan penyidik,” kata dia.

Dalam kontestasi Pilbup Batu Bara, Zahir yang merupakan petahana itu berpasangan dengan Aslam Yudha yang didukung oleh PDIP, Hanura, dan Partai Ummat.

Kelima tersangka dugaan korupsi Rp 2 miliar seleksi PPPK Kabupaten Batu Bara sedang di dalam mobil tahanan menuju Rutan Tanjung Gusta Medan, Selasa (24/7/2024). Foto: Antara/Aris

Dalam kasus suap, Zahir ditetapkan menjadi tersangka bersama 5 orang lainnya. Berikut daftarnya:

  1. Kepala Dinas Pendidikan inisial AH

  2. Sekretaris Disdik inisial DT

  3. Kabid Bin Ketenagaan Disdik inisial RZ

  4. Kepala BKPSDM Batu Bara M. Daud (MD)

  5. Adik Zahir, Faisal

Dalam dugaan kecurangan rekrutmen PPPK ini, Faisal menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari AH dan M. Daud pada akhir 2023 setelah pengumuman hasil seleksi rekrutmen PPPK.

Uang itu berasal dari para peserta seleksi PPPK yang diminta AH selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara dengan jumlah bervariasi mulai puluhan juta rupiah hingga lebih setiap peserta.