Penampakan Gunung Merapi saat Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Detik-detik Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Jumat (28/8) malam. Foto: Dok. BPPTKG
zoom-in-whitePerbesar
Detik-detik Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Jumat (28/8) malam. Foto: Dok. BPPTKG

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat (28/8) malam.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi (pada) Jumat, 28/08/2026 pukul 21.22 WIB," kata Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam keterangan resminya.

Awan panas guguran ini memiliki jarak luncur sejauh 2 kilometer ke arah barat daya.

"Estimasi jarak luncur 2.000 meter dengan amplitudo maks 87,74 mm durasi 116,97 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," tulisnya.

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," jelasnya.

Gunung tersebut sampai saat ini masih berstatus level III atau Siaga.

Potensi bahaya dari status ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Lalu, pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Apabila terjadi letusan eksplosif, maka lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.