Penampakan Komplotan Pembunuh Pegawai Kemlu RI di Peru, Zetro Purba
·waktu baca 2 menit

Polisi Nasional Peru (PNP) telah menangkap 5 orang komplotan pembunuh Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Lima. Mereka merupakan warga asing, yaitu 3 orang dari Venezuela, dan 2 orang dari Kuba.
Direktorat Investigasi Kriminal Kepolisian Peru mengunggah foto kelima tersangka itu pada 11 September 2025.
Unggahan disertai caption,"Dalam sebuah operasi yang sukses di San Martín de Porres (SMP), petugas dari Divisi Investigasi Perampokan berhasil melumpuhkan geng bernama Los Maleantes del Cono."
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita:
Satu pistol yang sudah terisi peluru
Lima bahan peledak
Sepuluh ponsel
Satu sepeda motor
Narkoba
Mengutip media Panamericana Televisión, penangkapan geng itu dilakukan pada 9 September oleh personel Divisi Investigasi Perampokan PNP di sebuah losmen dan di sebuah rumah.
Pistol Taurus Disita
Adapun senjata yang disita merupakan pistol semi-otomatis Taurus PT938 kaliber .380.
Kolonel Juan Carlos Montúfar, kepala divisi tersebut, mengatakan bahwa berkat analisis balistik, dikonfirmasi bahwa senjata yang sama digunakan dalam pembunuhan Zetro.
“Pencocokan dengan proyektil yang ditemukan di tubuh dan selongsong peluru yang dikumpulkan di tempat kejadian perkara (TKP) memberikan hasil positif. Selain itu, telah diidentifikasi bahwa senjata itu terkait dengan kasus-kasus lain yang bahkan terjadi sejak tahun 2019,” ujarnya.
Penembak dan Pemotor
Sedangkan menurut media Trome, WN Venezuela yang ditangkap atara lain bernama Wilson José Soto López alias 'El Primo' dan Jaiquer Antonio Echenaguzía Quijada, 23 tahun, yang dijuluki 'Malaco'. Disebut-sebut mereka berperan sebagai penembak dan pengendara motor saat eksekusi terjadi.
Motif penembakan hingga kini belum diketahui. Polisi belum memberikan penjelasan resmi. Yang beredar sejauh ini baru dugaan dan spekulasi.
Penembakan terhadap Zetro terjadi pada 1 September 2025 malam saat dia naik sepeda di dekat rumahnya. Penembakan terjadi di depan istri Zetro. Jenazah Zetro tiba di Jakarta pada 11 September untuk kemudian dimakamkan.
