Penampakan Terbaru Anak Krakatau Siang Ini: Semburkan Abu Vulkanik hingga 2,1 Km

Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya hingga Rabu (9/9) siang.
Berdasarkan pantauan langsung dari atas KRI Lepu-861 milik TNI AL pada pukul 10.00 WIB, gunung api aktif di Selat Sunda tersebut teramati menyemburkan asap dan abu vulkanik hingga ketinggian 7.000 kaki (sekitar 2,1 km).
Pemantauan langsung tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, perwakilan BPBD Provinsi Lampung, Basarnas, serta Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
"Berdasarkan hasil pemantauan langsung dan analisis citra RGB Himawari-9, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih teramati, ditandai dengan adanya asap dan abu vulkanik. Sebaran debu vulkanik teridentifikasi dari permukaan hingga ketinggian sekitar 7.000 feet atau ±2,1 km dan teramati bergerak ke arah barat laut, mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung,” jelas BPBD Lampung, Rabu.
BPBD Lampung menegaskan bahwa pemantauan dan koordinasi lintas instansi terus ditingkatkan untuk memastikan informasi kondisi GAK selalu aktual demi keselamatan masyarakat.
"Pendekatan KRI Lepu-861 dalam mendukung pemantauan dilakukan atas izin pihak terkait dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta mengikuti SOP dan ketentuan yang berlaku," kata BPBD Lampung.

Dampak dari tingginya aktivitas vulkanik Anak Krakatau membuat para siswa di wilayah Lampung masih harus melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga 10 September mendatang guna mengantisipasi paparan abu vulkanik.
Sebelum pemantauan visual dilakukan langsung pada siang hari oleh otoritas Provinsi Lampung, Badan Geologi Kementerian ESDM sempat mencatat adanya erupsi Anak Krakatau pada dini hari pukul 00.47 WIB.
Pada saat itu, letusan belum teramati secara visual akibat kondisi malam hari, namun aktivitasnya terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 28 detik.
Salat Minta Hujan
Pemprov Lampung juga akan mengadakan salat Istisqa (salat minta hujan) pada Kamis besok pukul 10.00 WIB, bertempat di Lapangan Korpri kompleks kantor gubernur.
Hujan diharapkan akan meluruhkan abu vulkanik dari langit Lampung.
"Mari bersama-sama memanjatkan doa, memohon hujan, keselamatan, ketenangan, dan perlindungan Allah SWT bagi seluruh masyarakat Lampung di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau," bunyi pengumuman yang diunggah.
"Semoga Allah SWT senantiasa melindungi masyarakat Lampung, memberikan kekuatan dan ketabahan, serta menjauhkan kita dari segala marabahaya," lanjutnya.
