Penampakan Truk Pembawa Cairan Kimia yang Tumpah di Jalanan Padalarang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk pengangkut cairan kimia caustic soda yang bocor di Jalan Raya Purwakarta-Bandung Barat.  Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Truk pengangkut cairan kimia caustic soda yang bocor di Jalan Raya Purwakarta-Bandung Barat. Foto: Robby Bouceu/kumparan

Truk pembawa cairan kimia caustic soda atau soda api yang tumpah pada Selasa (24/12) pagi sekitar pukul 07.30 WIB sudah diamankan.

Saat ini, truk tersebut sudah berada di Unit Laka Lantas Polres Cimahi Jl. Raya Purwakarta No.251, Ciburuy, Kecamaran Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (25/12).

Truk berwarna hijau itu sudah diberi garis polisi. Di bagian belakang terlihat tangki besar yang memanjang, terdapat tulisan Yasindo Multi Pratama, yang merupakan perusahaan tangki tersebut.

Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap truk dan cairan yang ada di dalam tangki tersebut.

Truk pengangkut cairan kimia caustic soda yang bocor di Jalan Raya Purwakarta-Bandung Barat. Foto: Robby Bouceu/kumparan

Tangki truk tersebut bocor sepanjang jalan Jembatan Cigentur, Kecamatan Cikalong Wetan sampai dengan kawasan Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Akibatnya 100 orang mengalami luka dan 150 kendaraan rusak.

Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto mengatakan, pihaknya juga telah mengamankan sopir truk tangki pengangkut bahan kimia bernomor polisi D 9475 AF tersebut. Sopir tersebut tengah diperiksa.

“Sopirnya sudah kita amankan dan nanti kita akan mintai keterangan,” kata Tri saat dikonfirmasi, Rabu (25/12).

Truk pengangkut cairan kimia caustic soda yang bocor di Jalan Raya Purwakarta-Bandung Barat. Foto: Robby Bouceu/kumparan

Namun begitu, untuk saat ini Tri menyebut belum bisa menyimpulkan apakah insiden ini termasuk kasus kecelakaan lalu lintas atau yang lainnya.

“Tentu saja, saat ini kita belum bisa menyimpulkan. Kita harus melihat dari pemeriksaan nantinya. Apakah ada faktor kesengajaan, apakah ada faktor kelalaian, apakah ada faktor kecelakaan sebelumnya, kita belum tahu. Dan tentu ini memerlukan hasil penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.