kumparan
15 Oktober 2019 5:46

Penangkapan Teroris di Berbagai Daerah Usai Penusukan Wiranto

Petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri berusaha masuk ke dalam rumah kontrakan yang dihuni EY alias Rafli saat dilakukan penggeledahan di Kavling Barokah. Foto: ANTARA FOTO/Ariesanto
Polisi bergerak cepat mengamankan sejumlah terduga teroris di berbagai daerah, seusai insiden penyerangan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Setidaknya, 22 terduga teroris diamankan dalam sepekan terakhir, tepatnya 10-14 Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
Sebagian dari pelaku berkaitan dengan pimpinan JAD Abu Zee, termasuk dua penyerang Wiranto yang beraksi pada Kamis (10/10) lalu.
“Sampai hari ini 22 tersangka teroris diamankan Densus 88. Bahwa tim Densus masih menjaga dan mengantisipasi semua kemungkinan terjadi,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/10).
Berikut kumparan rangkum penangkapan sejumlah terduga teroris di berbagai daerah:
1. Bandung
Pada hari yang sama setelah penyerangan Wiranto, Densus 88 Antiteror menggeledah dan menyita sejumlah barang dari mes yang ditempat seorang terduga teroris berinisial WBN alias Wahyu. Penggeledahan dilakukan di Jalan Gunung Batu, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.
Wahyu terindikasi bagian dari tim pendukung ISIS melalui media sosial.
ADVERTISEMENT
"Untuk jaringan tersangka ini tim support dari ISIS yang aktif di media sosial. Dia aktif di media sosial, indikasinya di medsos," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jumat (11/10).
Berdasarkan hasil penyelidikan, Wahyu merupakan bagian dari jaringan terduga teroris lainnya berinisial AR dan SS yang ditangkap di Bekasi.
Beberapa waktu lalu, polisi menggeledah bekas tempat tinggal keduanya di Cimahi dan diduga digunakan sebagai tempat perakitan bom.
"Amaliyahnya itu adalah Jakarta dan juga Jabar. Saat ini proses pendalaman penanganan oleh Densus 88," ujar dia.
2. Bali
Bergeser ke Bali, Densus 88 Antiteror mengamankan dua orang terduga teroris pada Kamis (10/10). Kedua orang yang diamankan berinsial AT (45) dan ZAI (15).
ADVERTISEMENT
Mereka juga memiliki hubungan dekat dengan Abu Rara dan berencana melancarkan aksi teror atau amaliyah di Bali.
'Terduga AT sudah menyiapkan panah, air softgun dan sangkur yang diduga bertujuan untuk amaliyah di wilayah Bali,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja.
Polisi telah memantau sejak lama pergerakan AT. Namun, baru ditangkap karena Abu Rara sudah mulai melancarkan aksi dengan menusuk Wiranto.
Abu Rara dan AT masuk dalam satu grup WhatsApp bernama 'Menanti Al Mahdi'. AT juga sudah mengetahui niat Abu Rara menyerang Wiranto.
Keduanya juga rupanya kerap menyebarkan ujaran kebencian dan ancaman di media sosial.
3. Cengkareng, Jakarta Barat
Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di rumahnya, kawasan Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (11/10). Terduga teroris yang ditangkap berinisial TH (20).
ADVERTISEMENT
Ia diduga terlibat kelompok media sosial yang mendukung ISIS. TH diduga sudah berbaiat kepada pimpinan ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi. Dia juga disebut sudah berlatih untuk melakukan aksi teror di Lapangan perumahan Puri Cendana.
Dalam penggerebekan itu, Densus 88 Antiteror turut menyita dua buah bendera, satu buah ikat kepala, dua buah topi, tujuh buku, tiga buah bundel catatan, delapan buah kertas catatan ISIS, dan tiga bilah pisau lipat di dalam tas selempang.
4. Bekasi
Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee merupakan basis penyerang Wiranto, Abu Rara dan istri sirinya, Fitri Andriana. Selain Abu Rara, Densus 88 Antiteror juga menggeledah salah satu terduga teroris lainnya di Tambun, Bekasi, Minggu (13/10).
ADVERTISEMENT
Rumah tersebut merupakan milik Noval Agus Syahroni yang diduga merupakan anggota JAD Bekasi pimpinan Abu Zee. Noval sehari-hari tinggal bersama istri dan anaknya. Ia juga tak memiliki pekerjaan jelas.
Setidaknya, dari hasil penggeledahan, diamankan 15 barang bukti yang sebagian besar adalah buku, gunting, kabel, hingga paku.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Nofal telah berbaiat kepada pimpinan ISIS, Al Baghdadi.
"Keterlibatan merupakan ustad dari Khilafatul Muslimin. Berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee. Tersangka juga pernah membahas tentang khilafah bersama dengan kelompok Abu Zee," ungkap Argo.
Noval kemudian menyerahkan diri di Lampung. Ia sempat mendatangi kantor Khilafatul Muslimin untuk mediasi penyerahan dirinya ke polisi.
ADVERTISEMENT
Khilafatul Muslimin merupakan ormas yang tidak mengajarkan paham radikal atau terorisme. Ormas itu mengklaim bersinergi dengan Polda Lampung dan Korem 043 Garuda Hitam.
5. Indramayu
Di hari yang sama, Densus 88 Antiteror juga menggeledah seorang terduga teroris di sebuah kios di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Lemah Mekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.
Dalam penggeledahan ini, seorang berinisial RF (24) diduga merupakan anggota JAD yang belum lama tinggal di Indramayu. RF tergabung dalam satu grup WhatsApp dengan AZ, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Bekasi, serta dengan pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang.
"Yang bersangkutan memang masih tergabung dalam grup pesan WhatsApp yang sama dengan AZ maupun pelaku penusukan Bapak Wiranto di Pandeglang," terang Kapolres Indramayu AKBP M.Yoris M.Y Marzuki.
ADVERTISEMENT
Sejumlah barang bukti seperti belati, dokumen, pakaian dengan identitas ISIS, dan DVD diamankan aparat.
6. Cirebon
Tak hanya di Indramayu, pada Minggu (13/10) malam, Densus 88 juga mengamankan seorang terduga teroris di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berinisial YF. Penangkapan YF berkaitan dengan ditangkapnya RF.
Dari penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa cairan kimia, buku tauhid, panah, senjata angin, dan lainnya.
"Di Kabupaten Cirebon hanya satu orang, dan terduga teroris jaringan JAD amir Cirebon dan keseharian terduga merupakan mekanik elektronik," ujar Kapolres Cirebon AKBP, Suhermanto.
Selain YF, di waktu yang sama, tim juga mengamankan seorang pria berinisial B di Jalan Sukalila Selatan, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Dari rumah B, Densus 88 mengamankan sejumlah barang yang dibungkus dua plastik putih besar yang berisi buku-buku dan benda-benda lainnya.
ADVERTISEMENT
7. Banten
Seorang wanita berinisial RA yang diduga terlibat kasus penyerangan Wiranto juga telah diamankan polisi.
“Ada satu tersangka lagi, RA seorang perempuan. Terlibat adalah terkait masalah aksi teror Abu Rara,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
RA diduga memiliki keterkaitan dengan Abu Rara. Mereka sama-sama anggota dari kelompok JAD Bekasi yang dipimpin Abu Zee.
8. Poso, Sulawesi Tengah
Sementara di Poso, Densus 88 menangkap AWL yang merupakan terduga teroris. Ia diamankan saat sedang mengendarai sepeda motor menuju arah Poso Pesisir, tepatnya di Jalan Pulau Batam Kelurahan Moengko Lama.
Saat itu, AW langsung dicegat dan dilakukan penangkapan oleh Tim Densus 88.
"Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan beberapa barang bukti, di antaranya kartu nama Tour Travel Law Indah Magetan, kartu identitas dan beberapa surat- surat kendaraan," kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto dikutip paluposo.
ADVERTISEMENT
AWL tergabung dalam jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. Ia juga punya hubungan dengan jaringan teroris Ali Kalora yang saat ini masih buron.
Saat penggeledahan rumahnya, ditemukan katana dan bahan-bahan untuk merakit bom, termasuk 10 batang pipa yang sudah terpotong-potong.
Berdasarkan hasil pengembangan, petugas juga mengamankan sahabat AWL berinisial AZ. Sama seperti penggeledahan di rumah AWL, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa 9 buah busur sekaligus pemantiknya berupa besi yang dibengkokkan menyerupai huruf Y, 3 buah botol plastik berisikan cairan kimia H2O2, kemudian sebuah pedang Samurai.
9. Kota Bandung
Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap tiga terduga teroris di Kota Bandung. Densus 88 menangkap dan menggeledah rumah terduga teroris di tiga lokasi berbeda, yaitu di Kecamatan Antapani, Kecamatan Rancasari, dan Kompleks Grand Sharon.
ADVERTISEMENT
Ketiga terduga teroris itu berinisial N, JJ, dan AAS. Ketiganya diduga merupakan bagian dari jaringan teroris JAD.
Polisi diketahui telah melakukan pengawasan terhadap ketiganya sejak empat bulan lalu. Ketua RT 1, Aam Rohiman (45), mengatakan terduga teroris yang ditangkap di wilayahnya merupakan warga pendatang dan baru mengontrak rumah selama empat hari.
"Yang ditangkap di sini satu orang anak buahnya Ade Ale Sopari (AAS). Itu (yang ditangkap) bukan warga asli, warga pendatang. Di sini ngontrak," ujar dia.
Polisi turut mengamankan sejumlah senjata dari dalam kamar antara lain laras panjang jenis sniper tiga buah, dua buah pistol jenis FN, tiga dus berisi peluru, pisau, hingga bayonet. Senjata tersebut sempat diletakkan oleh polisi di ruang tamu.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, polisi juga turut menyita sejumlah buku agama yang membahas mengenai tauhid dan jihad. Buku-buku tersebut dimasukkan ke dalam tiga buah tas besar lalu diletakkan di dalam mobil polisi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan