Penasihat KPK Terpilih: Budi Santoso, Tsani Annafari, Sarwono Sutikno

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung KPK (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)
zoom-in-whitePerbesar
Gedung KPK (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Sudah lebih dari dua tahun, tepatnya sejak 1 Juni 2015, Komisi Pemberantasan Korupsi tak punya penasihat. Tapi per 6 Juli nanti, KPK akan memiliki 3 penasihat.

"Pimpinan KPK menetapkan 3 orang sebagai Penasihat KPK. Tapi nama-namanya masih kami rahasiakan ya," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, saat ditemui di rumahnya di daerah Tangerang Selatan, Kamis (29/6).

Menurut Alex, 3 orang itu akan dilantik pada 6 Juli 2017. "Tanggal 7 ada halalbihalal KPK, kemungkinan satu hari sebelum itu, sehingga saat halalbihalal itu mereka ikut. Teman-teman wartawan juga nanti ikut," kata dia.

Alex menuturkan, yang menentukan penasihat KPK adalah pimpinan KPK. Sebelumnya, para calon penasihat itu diseleksi oleh Panitia Seleksi yang dipimpin Imam Budidarmawan Prasodjo, dosen program studi Sosiolog di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

"Pansel mengusulkan 5 orang yang dianggap layak, lalu kami mewawancarai mereka," kata Alex.

Alex menjelaskan, orang pertama yang lolos adalah ahli hukum pemerintahan dan punya jaringan luas termasuk di kalangan pemerintahan pusat dan daerah.

Sedangkan orang kedua adalah ahli keuangan, terutama keuangan negara. "Fokus KPK kan di bea cukai, perpajakan, itu yang akan kami benahi. Dia punya kemampuan dan kapasitas," kata Alex.

Orang ketiga yang lolos adalah ahli komputer, yang diharapkan bisa membantu KPK dalam membangun sistem berbasis komputer. "Ini sedang kami kembangkan agar software pemerintah dibenahi," kata Alex.

Sumber kumparan (kumparan.com) menyebut bahwa 3 orang yang akan dilantik adalah Budi Santoso, Tsani Annafari, Sarwono Sutikno. Berikut profilnya:

1. Budi Santoso, Komisioner Ombudsman (2011-2016), S-2 International Humas Rights Law, Northwestern University School of Law, Chicago, Amerika Serikat.

2. Moh. Tsani Annafari, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kantor Wilayah Kalimantan Bagian Timur di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, S-3 Technology Management and Economics, Chalmers University of Technology, Gothenburg, Swedia.

3. Sarwono Sutikno, Lektor Kepala di Institut Teknologi Bandung, S-3 Integrated System, Tokyo Institute of Technology, Jepang.

Adapun pendaftar seleksi calon Penasihat KPK itu mencapai 3.256 orang. Menyusut menjadi 34 peserta setelah diuji secara administrasi. Selanjutnya dipilih 13 orang untuk menjalani wawancara pada Maret 2017.