Pencak Dor, Tarung Bebas Ala Pesantren yang Mendunia

Alunan musik jidor mengiringi dua petarung yang saling menjulurkan tangannya. Setelah keduanya "tos", masing-masing memasang kuda-kuda. Lalu Buk! Buk! Buk! Mereka saling memukuli.
Ditonton ratusan orang, dua orang tadi berjibaku di atas ring tinju. Selain musik, pertarungan ini "dimeriahkan" pembawa acara melalui pengeras suara. "Biru! Maju kamu!" katanya saat melihat petarung berbaju biru yang terlihat terlalu lama menunggu serangan lawan.
Berjalan tak lebih dari empat menit, dua wasit kemudian memisahkan dua petarung itu. Pemenangnya tak jelas, mungkin akan ditentukan wasit. Sesaat setelah pertarungan dihentikan wasit, pembawa acara tadi kembali bersuara agar respek tetap ada: "Wey! Salaman!" katanya. Dua petarung itu bersalaman dan berpelukan.
Itu satu adegan di video berjudul Pencak Dor Penataran 7 Ahmad Waluyo VS Bacok Bedali (8 April 2017), yang diunggah di Youtube oleh akun Paguyuban Pelestari Seni Budaya Pencak Dor.
Pencak dor merupakan olahraga beladiri santri yang berkembang di wilayah Karesidenan Kediri, Jawa Timur. Beberapa pesantren memiliki pendekar Pencak Dor. Misalnya Pesantren Lirboyo, Pesantren Kencong Kediri, Pesantren Kerjen Blitar, Pesantren Modangan Blitar, dan lainnya.
Pencak Dor mulai terkenal di era 1960-an. Petarung Pencak Dor saling menghabisi lawannya--tanpa menggigit dan mencongkel mata--hingga salah satu di antaranya menyerah.
Tradisi lama ini kembali heboh setelah media asing memberitakannya lewat foto-foto yang dijepret fotografer Getty Images. Media asal Inggris Daily Mail salah satunya. Mereka memberi judul Indonesian Boarding School Students Compete in Brutal no-holds-barred Martial Arts Contest.. Just to Win Some Food.
"Setelah bertarung, mereka diberi tiket makan sebagai hadiah," demikian ditulis Daily Mail. kumparan (kumparan.com) mengutip itu pada Minggu (7/5).
Polresta Kediri sempat melarang acara Pencak Dor atas alasan keamanan. Namun larangan itu hanya berlangsung sebulan lantaran pada awal Februari 2017, polisi membolehkan Pencak Dor digelar dengan beberapa syarat.
Syarat itu di antaranya kewajiban bagi petarung untuk memakai pengaman untuk mulut, tangan, dan alat kelamin; tenaga medis di tepi ring--dan pemeriksaan kesehatan sebelum bertarung; dan batasan umur 18 tahun ke atas.
