Pencarian 5 Wartawan Hilang di Anak Krakatau Belum Dilakukan via Udara, Kenapa?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki di pos pencarian 5 wartawan yang hilang di Pantai Carita, Banten, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki di pos pencarian 5 wartawan yang hilang di Pantai Carita, Banten, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. kumparan

Proses pencarian lima wartawan, satu tour guide dan dua ABK KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak sejak Senin (7/9), saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, masih dilakukan di jalur laut. Sementara pencarian melalui jalur udara urung dilakukan lantaran masih keluarnya abu vulkanik.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengatakan, pihaknya masih akan melihat perkembangan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mempertimbangkan proses pencarian melalui jalur udara.

"Sampai dengan sekarang belum (dilakukan jalur udara). Nanti kalau perkembangan sampai dengan hari ini saya akan minta petunjuk," kata Hengki di posko pencarian korban hilang di Dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9).

Selain itu, diakui Hengki, Gunung Anak Krakatau yang masih erupsi menjadi salah satu pertimbangan karena masih terbatasnya areal tersebut untuk penerbangan.

Sementara itu, lanjut Hengki, operasi pencarian saat ini masih difokuskan melalui jalur laut dengan membagi area pencarian menjadi lima sektor.

"Untuk penerbangan kan masih (terbatas), penerbangan pun beberapa yang berjalan, apalagi di sekitar sini yang memang pusat terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar Hengki.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki di pos pencarian 5 wartawan yang hilang di Pantai Carita, Banten, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. kumparan

Di samping itu, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengaku, saat ini pihaknya telah mengerahkan 5 tim menggunakan KN SAR Tetuka, KAL Anyer, RIB 01 Kantor SAR Lampung, RIB 02 Banten dan KP Sanjaya milik Polairud Mabes Polri.

Tak hanya itu, kata Al Amrad, area pencarian pun telah diperluas sekitar 236 nautical mile atau sekitar 505 kilometer di hari kedua ini.

"Pencarian juga diperluas ke sejumlah pulau kecil, termasuk Pulau Krakatau Besar dan Pulau Panjang untuk mengantisipasi kemungkinan kapal melakukan sandar darurat," kata Al Amrad.

Sebelumnya, sebanyak 5 jurnalis, 1 tour guide dan 2 ABK KM Arupadhatu 1 dinyatakan hilang kontak saat hendak meliput di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) lalu.

Tim SAR sempat melakukan proses pencarian sejak hari Selasa (8/9) kemarin, namun operasi tersebut belum menemukan tanda-tanda keberadaan KM Arupadhatu 1 tersebut.

Identitas 8 Orang di Kapal

Rombongan Jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok. Istimewa

Ada delapan orang di kapal yang hilang tersebut. Lima orang wartawan atas nama: Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan wartawan freelance.

Kemudian, tiga lainnya yakni kru atas nama Warta (55), kru Surakman (60), dan guide Heriyanto (49).