Pencarian Korban KM Nurul Salsa Dihentikan, 14 Orang Masih Hilang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, memberikan keterangan terkait perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, memberikan keterangan terkait perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Operasi pencarian dan pertolongan korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan laut Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi dihentikan, Jumat (24/7) hari ini. Sebanyak 14 orang penumpang masih dinyatakan hilang.

Keputusan penutupan operasi pencarian korban KM Nurul Salsa ini diambil berdasarkan hasil evaluasi dari tim SAR bersama pemerintah, serta perwakilan keluarga korban. Dalam pencarian hari ke-10 ini, tidak lagi ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan korban maupun petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti.

"Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke-10 karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal sesuai rencana operasi dan tidak lagi ditemukan indikasi keberadaan korban," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Ia mengaku, berdasarkan hasil validasi, jumlah penumpang (POB) KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari jumlah tersebut, 58 orang di antaranya berhasil ditemukan selamat, 4 orang ditemukan meninggal dunia, dan 14 orang masih hilang.

"Jadi, masih ada 14 orang masih dicari dan sampai saat ini belum diketahui keberadaanya," bebernya.

Basarnas Makassar saat proses pencarian korban tenggelam KM Nurul Salsa di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Andi Sultan menegaskan, meskipun operasi SAR telah resmi ditutup, Basarnas tetap membuka ruang koordinasi apabila di kemudian hari terdapat informasi baru terkait keberadaan korban yang masih belum ditemukan.

"Apabila di kemudian hari ada informasi ataupun penemuan yang berkaitan dengan korban, Basarnas siap melakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku," tambahnya.

Kantor Basarnas Makassar juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat, mulai dari Basarnas Kendari, Basarnas Maumere, Basarnas Mataram, TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, nelayan, hingga masyarakat yang telah bekerja sama selama pelaksanaan operasi pencarian.