Pencuri yang Gasak Perhiasan Napoleon di Museum Louvre Hanya Butuh 7 Menit

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di luar saat perampokan di Museum Louvre, Paris, Prancis, Minggu (19/10/2025).  Foto: Dimitar Dilkoff/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di luar saat perampokan di Museum Louvre, Paris, Prancis, Minggu (19/10/2025). Foto: Dimitar Dilkoff/AFP

Kelompok pencuri menggasak koleksi perhiasan Napoleon yang dipajang di Museum Louvre, Prancis, Minggu (19/10) waktu setempat.

Sejumlah pejabat dan sumber mengatakan, pencuri hanya butuh waktu sekitar 7 menit untuk menggasak sejumlah perhiasan yang tak ternilai harganya. Namun, mereka juga menjatuhkan mahkota bertatahkan permata saat melarikan diri dari Museum Louvre.

Kementerian Kebudayaan Prancis dalam pernyataannya mengatakan, 8 item perhiasan dicuri dari Galeri Apollo yang menyimpan permata mahkota Prancis.

Sejumlah petugas kepolisian berjaga mengevakuasi pengunjung saat perampokan di Museum Louvre, Paris, Prancis, Minggu (19/10/2025). Foto: Dimitar Dilkoff/AFP

"Dua lemari pajangan dengan keamanan tinggi jadi target, dan 8 benda warisan budaya yang tak ternilai harganya dicuri," kata kementerian dalam pernyataannya, dikutip dari AFP, Senin (20/10).

Perhiasan yang dicuri termasuk kalung zamrud dan berlian yang diberikan Napoleon Bonaparte kepada istrinya, Permaisuri Marie Louise, dan mahkota abad ke-19 milik Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III. Mahkota milik Permaisuri Eugenie inilah yang dijatuhkan para perampok saat melarikan diri.

Tak hanya mahkota, para perampok juga mencuri kalung dari perhiasan safir milik Ratu Marie Amelie dan Ratu Hortense, dan sepasang anting safir yang sebelumnya milik Marie Louise.

Perampokan di Museum Louvre Dilakukan Pagi Hari

Petugas kepolisian Prancis berdiri di samping lift barang yang digunakan oleh para perampok untuk masuk ke Museum Louvre di Quai Francois Mitterrand, Paris, Minggu (19/10/2025). Foto: Dimitar Dilkoff/AFP

Sumber yang mengetahui penyelidikan mengatakan, para perampok tiba sekitar pukul 09.30 dan 09.40 pagi waktu setempat. Mereka masuk tidak lama setelah museum dibuka untuk publik pukul 09.00 pagi.

Seorang sumber polisi mengatakan, para perampok naik skuter yang dilengkapi dengan gerinda sudut dan menggunakan kerekan furnitur untuk masuk ke dalam museum.

Saksi mata yang sedang bersepeda di sekitar museum saat itu, Samir, mengaku melihat dua laki-laki naik ke kerekan, memecah jendela, dan masuk ke museum.

"Hanya butuh 30 detik," kata Samir.

Samir juga melihat empat perampok pergi dengan skuter, kemudian dia memanggil polisi. Perampokan terjadi hanya 800 meter dari markas besar kepolisian Paris.

Saat perampokan terjadi, sedang ada proyek renovasi di museum itu. Seorang pelaku terlihat dalam kamera CCTV tampak mengenakan rompi kuning seperti pekerja, sedang menggerinda koleksi yang disimpan di kaca.

Museum di Prancis Rentan Disusupi Pencuri

Suasana di luar saat perampokan di Museum Louvre, Paris, Prancis, Minggu (19/10/2025). Foto: Dimitar Dilkoff/AFP

Louvre dulunya adalah istana kerajaan Prancis hingga era Raja Louis XIV. Louis XIV kemudian meninggalkan Louvre dan memilih Istana Versailles di akhir 1600-an.

Louvre merupakan museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Tahun lalu saja, ada 9 juta pengunjung yang mengunjungi Museum Louvre.

Mantan kepala polisi ibu kota yang jadi menteri dalam negeri tahun lalu, Laurent Nunez, menyadari kerentanan keamanan museum di Prancis.

Bulan lalu, perampok membobol Museum Sejarah Alam Paris dan membawa lari sampel emas senilai 600 ribu euro. Masih di bulan yang sama, perampok mencuri dua piring dan sebuah vas dari museum di pusat kota Limoges. Kerugian ditaksir mencapai 6,5 juta euro.

Namun, perampokan di Museum Louvre jarang terjadi. Berdasarkan catatan sejauh ini, ada dua kasus pencurian atau perampokan koleksi Museum Louvre.

Pada 1911, seorang pekerja di Museum Louvre asal Italia mencuri lukisan Mona Lisa. Namun, lukisan itu ditemukan dua tahun kemudian dan hingga kini terpajang di Museum Louvre. Kemudian pada 1998, lukisan karya pelukis Camille Corot menghilang dari museum pada 1998 dan tak pernah ditemukan kembali.