News
·
28 Juli 2021 15:34
·
waktu baca 1 menit

Pencurian di Dinkes Tasikmalaya Terekam CCTV, 2 HP dan Uang Rp 3 Juta Raib

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pencurian di Dinkes Tasikmalaya Terekam CCTV, 2 HP dan Uang Rp 3 Juta Raib (565457)
searchPerbesar
Rekaman CCTV yang memperlihatkan terduga pelaku pencurian di Dinkes Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa
Pencurian di kantor Dinkes Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terekam kamera CCTV. Kejahatan itu terjadi sekitar pukul 02.21 WIB pada Rabu (28/7).
ADVERTISEMENT
Dalam rekaman itu, tampak terduga pelaku berjenis kelamin perempuan memakai sweater merah dan celana panjang berwarna biru. Ia menutupi mukanya dengan masker.
Dalam melakukan aksinya, pelaku terlebih dahulu memarkirkan kendaraan. Ia kemudian naik tangga menuju ke bagian Public Safety Center. Ia masuk ke dalam ruangan tersebut karena pintunya tak dikunci.
Dalam peristiwa ini, dua unit handphone serta uang Rp 3,1 juta milik relawan yang tengah piket di kantor tersebut hilang. Relawan tak tahu kejadian tersebut karena mereka tengah tidur.
Atas kehilangan tersebut, korban kemudian melapor ke kantor polisi. Satreskrim Polres Tasikmalaya kemudian langsung ke lokasi dan melakukan olah TKP.
Pencurian di Dinkes Tasikmalaya Terekam CCTV, 2 HP dan Uang Rp 3 Juta Raib (565458)
searchPerbesar
Rekaman CCTV yang memperlihatkan terduga pelaku pencurian di Dinkes Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Septiawan Adi Prihartono, membenarkan adanya pencurian di kantor dinkes tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
ADVERTISEMENT
“Ya, betul ada kejadian pencurian itu. Tadi kita menerima laporan terkait pencurian di kantor dinkes,” Adi, Rabu (28/7).
Saat ini, polisi masih memburu pelaku menggunakan sinyal GPS dari handphone.
“Korbannya pekerja di kantor tersebut. Aksi pencuri terekam CCTV. Kita masih mempelajari rekaman itu dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Kalau dilihat dari rekaman itu pelaku berjenis kelamin perempuan,” pungkasnya.