Pendaki Gunung Semeru Tak Boleh Bawa Tisu Basah

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Foto: Twitter @TN_BTS)
zoom-in-whitePerbesar
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Foto: Twitter @TN_BTS)

Warga yang ingin mendaki Gunung Semeru tampaknya harus memerhatikan kembali barang yang akan dibawa. Kini, warga dilarang membawa tisu basah selama mendaki Gunung Semeru.

Hal ini merupakan bagian dari masukan muncul selama proses pembersihan dan pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru. Pelarangan membawa tisu basah beralasan tisu jenis ini merupakan sampah yang sulit terurai tanah.

"Pelarangan membawa tisu basah selama pendakian karena merupakan jenis sampah yang sulit terurai oleh tanah dan penggunaan yang kurang bijak dari pendaki," seperti dikutip dari bromotenggersemeru.org, Rabu (4/10).

Proses pembersihan dan pembukaan jalur pendakian ini dilakukan agar memberi kenyamanan dari para pendaki. Pembersihan yang dilakukan meliputi pemotongan batang pohon yang menutup jalur pendakian, membersihkan rumput yang tumbuh tinggi di sepanjang jalur, mengukur tinggi muka air danau Ranu Kumbolo yang mengalami peningkatan hingga mendekati pondok pendaki, dan memberi tanda atau rambu disepanjang jalur agar pendaki tidak tersesat dan berhati-hati selama pendakian.

Selain pelarangan membawa tisu basah, masukan lain juga muncul selama proses pembersihan dan pembukaan jalur. Misalnya, pemberlakukan kuota pendaki, sosialisasi pengurusan asuransi pendaki, penyiapan ambulance dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Lalu pembuatan bivak di lokasi yang sering ditemukan survivor, sosialisasi prosedur pendakian melalui berbagai media, dam penyediaan fasilitas komunikasi berupa narahubung (contact person) yang bisa dihubungi ketika ada pendaki tersesat.

Diharapkan pendakian Gunung Semeru tahun 2017 dapat berjalan lancar dan aman hingga penutupan kembali di tahun 2018.