Pendaki Nekat ke Puncak Merapi saat Status Siaga, TNGM Usut & Bakal Klarifikasi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puncak gunung Merapi mengeluarkan asap putih terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (10/3). Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Puncak gunung Merapi mengeluarkan asap putih terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (10/3). Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA FOTO

Pendakian Gunung Merapi ditutup karena berstatus Siaga (Level III). Meski ditutup, masih saja ada pendaki 'bebal' yang nekat melakukan pendakian hingga ke puncak.

Video pendaki itu diunggah oleh sebuah akun Tiktok. Dalam video, pendaki tersebut mengenakan kupluk abu-abu dan jaket oranye. Dia melambai ke arah kamera.

Penutupan pendakian Gunung Merapi dilakukan sampai batas waktu tidak ditentukan. Penutupan sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selaku otoritas pemantau aktivitas gunung api.

Dengan berstatus Siaga (Level III), Merapi memiliki potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

instagram embed

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Muhammad Wahyudi, memberikan penjelasan soal masih ada pendaki bebal ini. Pihaknya sudah menerima laporan pada 11 Juni.

"Informasi konten pendakian oleh akun bernama @chandra.kusuma.fa (Pendaki Gunung Magelang) diterima pada tanggal 11 Juni 2025," kata Wahyudi kepada wartawan, Senin (16/6).

Wahyudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penelusuran dan pendekatan persuasif kepada pemilik akun tersebut. Hasilnya, didapati sejumlah fakta.

Tim Balai TN Gunung Merapi memasang informasi larangan pendakian pada lokasi-lokasi yang menjadi titik masuk jalur pendakiai Gunung Merapi. Foto: Balai Taman Nasional Gunung Merapi

Berikut hasil penelusuran BTNGM:

  • Pemilik akun adalah Chandra Kusuma;

  • Pendakian dilakukan pada tanggal 8 Juni 2025;

  • Jumlah pendaki diduga lebih dari satu;

  • Jumlah konten terunggah hingga 15 Juni 2025 adalah 3 (tiga) konten;

Selain menelusuri pemilik akun, di lapangan BTNGM melakukan pengambilan data pada kamera pemantau. Terungkap pendaki itu dan beberapa rekannya memang mendaki Gunung Merapi hingga puncak.

"Dijumpai aktivitas pendakian oleh yang bersangkutan, diketahui dari baju yang dikenakan sama dengan yang dipakai pada konten terunggah," ucap Wahyudi.

Tim Balai TN Gunung Merapi memasang informasi larangan pendakian pada lokasi-lokasi yang menjadi titik masuk jalur pendakiai Gunung Merapi. Foto: Balai Taman Nasional Gunung Merapi

Oleh sebab itu, BTNGM telah memerintahkan jajaran untuk melakukan penyelidikan mendalam. Pendaki bebal itu akan dipanggil dalam waktu dekat untuk diminta klarifikasi.

BTNGM menegaskan larangan mendaki Gunung Merapi dan beraktivitas pada radius 3 Km dari puncak Merapi. Aktivitas Gunung Merapi berada pada level III atau siaga.

Status itu dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi melalui hasil pengamatan dan analisis.

"Balai TN Gunung Merapi juga telah memasang informasi larangan pendakian pada lokasi-lokasi yang menjadi titik masuk jalur pendakian, melaksanakan sosialisasi baik secara daring maupun luring, dan penjagaan di New Selo," kata Wahyudi.

"Imbauan dan larangan ini semata-mata sebagai langkah mitigasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan," tutup dia.

Tim Balai TN Gunung Merapi memasang informasi larangan pendakian pada lokasi-lokasi yang menjadi titik masuk jalur pendakiai Gunung Merapi. Foto: Balai Taman Nasional Gunung Merapi