Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka Mulai Sabtu Besok

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera raksasa merah putih terpasang di permukiman kaki Gunung Arjuno. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bendera raksasa merah putih terpasang di permukiman kaki Gunung Arjuno. Foto: Dok. Istimewa

Aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi dibuka kembali mulai Sabtu (26/9/2026). Pembukaan dilakukan setelah pengelola UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Dinas Kehutanan Jawa Timur, melakukan analisis dan evaluasi pascapenanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Hasil monitoring lapangan pascakejadian kebakaran hutan di Gunung Arjuno-Welirang, maka aktivitas pendakian Arjuno-Welirang resmi dibuka kembali pada hari Sabtu tanggal 26 September 2026," kata Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini saat dikonfirmasi di Kantor UPT Tahura Raden Soerjo, Kota Malang.

Meski pendakian kembali dibuka, pengelola menerapkan sejumlah aturan lebih ketat untuk mencegah terjadinya karhutla. Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 500.4.6.10/1690/123.7.2/2026 yang diterbitkan pada 22 September 2026.

Salah satu aturan yang kembali ditegaskan ialah larangan membuat perapian atau api unggun di dalam kawasan Tahura Raden Soerjo, baik oleh pendaki maupun masyarakat.

"Pendaki wajib mempersiapkan diri dengan membaca dan mengikuti ketentuan SOP. Kalau dalam SOP kami tidak memperkenankan membuat api unggun," tegas Agustiningtyas.

Pengelola juga meminta pendaki segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik panas, asap, bara, atau potensi munculnya api. Laporan tersebut diperlukan agar potensi kebakaran dapat segera ditangani petugas gabungan.

Pendakian juga dapat kembali ditutup sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat, seperti karhutla maupun cuaca ekstrem.

"Bila terjadi cuaca ekstrem dan kondisi darurat, pendakian bisa ditutup sewaktu-waktu. Untuk pemesanan tiket melalui aplikasi SIPENERANG dan Tiket Pendakian, dapat diakses mulai tanggal 23 September 2026," ujarnya.

3.700 Pendaki Terdampak Penutupan

Pengelola juga telah mengatur kembali jadwal pendakian, terutama bagi pendaki yang sebelumnya telah mendaftar tetapi gagal melakukan pendakian akibat penutupan jalur.

Agustiningtyas mengatakan sekitar 3.700 pendaki terdampak penutupan pendakian Gunung Arjuno-Welirang yang berlangsung sekitar satu bulan sejak 19 Agustus 2026.

"Minggu awal, booking tiket diutamakan bagi pendaki yang telah melakukan penjadwalan ulang atau reschedule pendakian. Total kurang lebih 3.700 pendaki yang terdampak penutupan," ucapnya.

Ia juga mengimbau para pendaki menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, serta kelestarian kawasan. Pendaki diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.

"Tetap mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan, memperhatikan kondisi cuaca, serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan. Segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, titik api, atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran kembali," tandasnya.

Karhutla Melanda Gunung Arjuno-Welirang

Sebelumnya, tiga titik api muncul di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, tepatnya di atas Pondokan dan sekitar Lembah Kidang yang masuk Desa Pencalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.

Titik api kemudian meluas dan membakar sejumlah kawasan lainnya.

Kondisi area yang kering, hembusan angin kencang, serta minimnya ketersediaan air membuat proses pemadaman terkendala. Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman dari darat maupun udara menggunakan helikopter water bombing.

Penanganan api berjalan lebih maksimal setelah pemadaman dari udara dilakukan dengan menyiramkan air ke sejumlah titik kebakaran. Air untuk operasi tersebut diambil dari kawasan Cangar, Kota Batu, serta Kaliandra Resort, Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Pemadaman dari udara difokuskan pada sejumlah titik yang terdampak kebakaran, termasuk Lembah Lengkehan, Lembah Kidang, hingga kawasan Gunung Kembar.