Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka untuk Dukung MotoGP
·waktu baca 2 menit

Pendakian ke Gunung Rinjani resmi dibuka kembali oleh Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah di Senaru Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (10/3) kemarin.
“Bismillahhirrohman dengan ini saya nyatakan aktivitas pendakian ke Taman Nasional Gunung Rinjani resmi dibuka,” kata Rohmi.
Menurut Rohmi, semua pendaki bisa melakukan registrasi secara daring mulai 12 Maret 2022.
Dia mengatakan, seluruh pengunjung dibolehkan melakukan pendakian mulai 16 Maret 2022 melalui enam jalur pendakian yakni, Senaru, Torean, Sembalun, Aik Berik, Timbanuh dan Sambik Elen.
Menurut Rohmi, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) dan Pemerintah NTB harus menyiapkan sistem pendakian yang berkelas dunia.
“Seluruh tamu yang datang mendaki ke Gunung Rinjani harus mengedepankan keamanan dan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. Kita juga minta penanganan sampah harus dilakukan. Semua kita yakinkan kualitasnya jauh lebih baik,” jelasnya.
Kepala BTNGR Dedy Asriady menjelaskan, alasan utama dibukanya pendakian didukung oleh data kondisi cuaca yang diberikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, terpantau normal selama Maret.
Selain itu, peningkatan perbaikan standar operasional prosedur pada pendakian, evakuasi dan penanganan sampah, telah selesai disosialisasikan juga.
“Kita harap lebih banyak lagi pendaki cerdas (yang membawa sampah turun),” katanya.
Selain itu pendaki diminta untuk lebih mempersiapkan diri sebelum melakukan pendakian agar bisa mengurangi risiko kecelakaan pendakian mewujudkan mencapai zero accident.
“Kita minta juga untuk menghargai Gunung Rinjani dengan cara tidak melakukan aktivitas yang melanggar aturan hukum negara dan norma-norma budaya Sasak,” katanya.
Dedy menjelaskan dibukanya pendakian Rinjani lebih awal dari jadwal tidak lain untuk mendukung ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika yang akan digelar Jumat (18/3) pekan depan.
“Kita sekaligus mendukung MotoGP di Mandalika,” pungkas Dedy.
