Pendeta di Mozambik Meninggal karena Coba Puasa 40 Hari Seperti Yesus Kristus

17 Februari 2023 12:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Pendeta di Mozambik meninggal dunia karena mencoba puasa 40 hari. Tindakan itu dilakukan untuk meniru Yesus Kristus di Alkitab.
ADVERTISEMENT
Dalam kepercayaan Nasrani, Yesus Kristus pernah berpuasa sembari berdoa selama 40 hari di gurun. Kisah itu tertulis dalam Injil Matius.
Pendeta yang meninggal dunia karena berpuasa 40 hari teridentifikasi sebagai Francisco Barajah. Ia merupakan pendiri Gereja Santa Trindade Evagelical.
Barajah meninggal dunia di rumah sakit di Kota Beira. Sebelum mengembuskan napas terakhir Barajah kritis.
Barajah sempat berpuasa selama 25 hari tanpa makan dan minum. Pria itu kehilangan berat badan sampai tidak kuat berdiri.
Karena kondisi semakin memburuk, Barajah akhirnya dibawa ke rumah sakit atas desakan jemaat dan keluarganya.
Saat dirawat, Barajah teridentifikasi menderita anemia akut dan kegagalan organ pencernaan.
Berbagai upaya medis termasuk rehidirasi dengan serum sudah dilakukan. Tetapi upaya itu terlambat dan Barajah dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (15/2).
ADVERTISEMENT
Sejumlah anggota gereja tempat Barajah bertugas mengakui bahwa berpuasa adalah tindakan umum. Namun, tidak dilakukan dalam waktu lama seperti Barajah.
Saudara laki-laki Barajah, Marques Barajah, membenarkan puasa yang dilakukan saudaranya itu. Namun, dia tidak percaya puasa jadi penyebab kematian.
"Kenyataannya saudara saya terserang darah rendah," ucap Marques seperti dikutip dari BBC.
Meninggal dunia karena puasa 40 seperti Yesus bukan pertama kali terjadi. Pada 2015, seorang pria Zimbabwe meninggal usai puasa 30 hari.