Pendeta di Prancis Ditembak dari Jarak Dekat, Alami Luka Serius

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock

Pendeta Ortodoks yang jadi korban penembakan di sebuah Gereja di Kota Lyon, Prancis, alami luka serius. Menurut seorang sumber, ia ditembak di bagian hati, dari jarak dekat.

Dikutip dari AFP, penyerangan tersebut dilakukan pada Sabtu (31/10) sore waktu setempat. Seorang sumber dari kepolisian menyebut pelaku berhasil melarikan diri.

Adapun korban merupakan pendeta berkewarganegaraan Yunani berusia 52 tahun. Pendeta tersebut sudah dilarikan ke rumah sakit dan tengah menjalani perawatan, dengan luka serius.

Seorang sumber yang memiliki koneksi terhadap penyelidikan mengatakan pendeta tersebut ditembak dari jarak dekat. Ia menambahkan, tak ada senjata yang ditemukan di lokasi kejadian.

Suasana Gereja Notre Dame Prancis usai serangan. Foto: Eric Gailard/Reuters

Adapun gereja tersebut berada di daerah pemukiman di Tenggara Lyon. Daerah tersebut cukup sepi, karena ada kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran virus corona di sana.

Di Paris, Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin melangsungkan pertemuan membahas insiden penembakan tersebut.

kumparan post embed

Sementara, Perdana Menteri Jean Castex berbicara tentang "tekad pemerintah untuk mengizinkan setiap orang menjalankan ibadah mereka dalam keamanan penuh dan kebebasan penuh."

Penembakan itu terjadi tiga hari setelah tiga orang tewas dalam insiden berdarah penyerangan sebuah gereja di Nice, Prancis.