Pendidikan di Pesantren dan Asrama di Zona Kuning dan Hijau Bisa Dimulai

Wapres Ma'ruf Amin menggelar rapat internal bersama sejumlah menteri dan Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Rabu (10/6). Rapat yang berlangsung dari pukul 14.00 WIB-16.00 WIB ini membahas operasional dan sistem pendidikan pesantren untuk muslim dan asrama untuk non muslim dalam masa new normal.
Menteri yang hadir yaitu Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agama Fachrul Razi, Menkominfo Johnny G. Plate, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar.
Rapat tersebut memutuskan bahwa pondok pesantren bisa kembali berkegiatan, khususnya yang berada di zona hijau dan kuning.
"Pada intinya penyelenggaran pendidikan di pesantren dan asrama bisa dimulai. Utamanya di zona hijau dan kuning. Namun tetap harus aman dari COVID-19. Artinya harus mengutamakan aspek kesehatan dan infrastruktur agar pesantren dan asrama tidak menjadi cluster penyebaran virus," ujar Jubir Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi Masduki dalam keterangannya, Rabu (10/6).
Sementara itu, untuk pesantren dan asrama yang berada di zona merah, soal boleh dibuka atau tidak, harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19.
"Untuk pesantren dan asrama yang berada di zona merah namun pendidikannya sudah berjalan harus koordinasi dengan Gugus Tugas setempat. Begitu pun pesantren di zona merah namun hendak memulai kegiatan pendidikannya tetap harus koordinasi dengan Gugus Tugas," kata Masduki.
Lebih lanjut, dalam rapat selama 2 jam tersebut, dibahas juga soal rencana jangka panjang pemerintah untuk memperbaiki kegiatan pendidikan di pesantren. Pemerintah akan memformulasikan strategi agar kegiatan belajar mengajar jarak jauh bisa optimal.
"Untuk jangka panjang pemerintah akan investasi jaring infrastruktur untuk menyiapkan kegiatan distance learning bagi pendidikan pesantren dan asrama," kata Masduki.
"Hal ini untuk mengatasi tidak optimalnya pembelajaran online akibat kondisi infrastruktur yang tidak memadai. Begitu juga dengan metode pembelajarannya harus diperbaiki," tutupnya.
======
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
**
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
