News
·
10 November 2020 15:45

Pendiri: Tak Ada Perbedaan Partai Ummat dan Masyumi Reborn

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pendiri: Tak Ada Perbedaan Partai Ummat dan Masyumi Reborn (11082)
searchPerbesar
Mantan Ketua DPP PAN Agung Mozin. Foto: Dok. Agung Mozin
Partai Ummat dan Masyumi reborn beberapa pekan ini mewarnai perbincangan politik nasional. Partai Ummat yang digawangi Amien Rais dkk muncul lebih awal. Kemudian, ada Partai Masyumi yang diinisiasi oleh tokoh-tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)
ADVERTISEMENT
Loyalis Amien Rais, Agung Mozin yang ikut mendirikan Partai Ummat menjelaskan, tak ada perbedaan antara partainya dan Masyumi Reborn.
"Kalau bicara perbedaan, enggak ada perbedaan. Pendirinya saja yang berbeda," kata Agung saat dimintai tanggapan, Selasa (10/11).
Agung menilai bahkan Amien Rais merupakan tokoh yang paling dekat secara nilai-nilai Masyumi. Sebab, menurut Mozin, Amien adalah anak ideologis Muhammad Natsir.
"Tidak ada perbedaan dengan Masyumi, bahkan Pak Amien itu kalau kita bicara kemasyumiannya itu beliau itu kan sesungguhnya anak ideologis yang paling dekat dengan Muhammad Natsir," papar Agung.
Lebih lanjut, Agung mengatakan sebenarnya Partai Ummat juga mengajak pendiri Partai Masyumi Reborn untuk bergabung. Begitu juga sebaliknya.
Pendiri: Tak Ada Perbedaan Partai Ummat dan Masyumi Reborn (11083)
searchPerbesar
Amien Rais dan Logo Partai Ummat. Foto: Dok. Istimewa
"Sehingga ketika deklarasi Pak Amien menunjukkan sikap yang tidak ada masalah dengan lahirnya Partai Masyumi ini," sebutnya.
ADVERTISEMENT
"Bahkan, mereka secara terbuka menyampaikan agar Pak Amien itu menjadi pimpinan dari Partai Masyumi yang diinisiatif dari kawan-kawan dan tokoh-tokoh itu," katanya.
Atas dasar itu, karena kesamaan platform dan asas partai, maka jalan tengahnya adalah Partai Ummat dan Masyumi dibiarkan berjalan beriringan selama setahun. Setelah setahun, siapa pun yang memiliki elektabilitas lebih tinggi akan melebur dengan partai yang elektabilitasnya lebih rendah.
"Maka kita mau menyatu dengan Masyumi. Namun, sebaliknya begitu, kalau Ummat ternyata lebih besar maka kawan-kawan Masyumi ayo bergabung dengan Partai Ummat," tegas Agung.