kumplus- Lipsus Paracetamol- Wulan Koagouw
11 Oktober 2021 8:58
ยท
waktu baca 12 menit

Peneliti BRIN: Paracetamol Mungkin Bisa Ganggu Reproduksi Organisme Laut (4)

Hasil temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) soal kandungan paracetamol di Teluk Jakarta menghebohkan publik. Dalam riset yang juga bekerja sama dengan University of Brighton, Inggris ini, juga ditemukan kandungan lain seperti Nitrat, Amonia, Fosfat yang ternyata melebihi batas baku mutu air laut.
Peneliti BRIN yang melakukan penelitian ini, Wulan Koagouw, bercerita panjang dengan kumparan secara virtual, Rabu (6/9). Mulai dari awal mula mengapa meneliti paracetamol, tahapan penelitian, hingga dampaknya terhadap biota laut. Wulan kemudian menulis hasil penelitian dalam laporan bertajuk High Concentrations of Paracetamol in Effluent Dominated Waters of Jakarta Bay.
Mahasiswa PhD di Centre of Aquatif Environments, University of Brighton ini tak sendiri. Ia bekerja sama dengan peneliti BRIN lain, Profesor Zainal Arifin, kemudian George W.J. Olivier dari School of Pharmacy and Biomolecular Sciences, University of Brighton, serta Corina Ciocan dari Centre for Aquatic Environments, University of Brighton.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Laut Jakarta tercemar paracetamol. Bagaimana obat sakit kepala itu mengalir sampai ke laut? Siapa yang membuangnya dan apa bahayanya bagi lingkungan? Siapa juga yang mesti bertanggung jawab? Pemprov DKI tak tinggal diam. Klik laporannya di bawah.