Peneliti BRIN yang Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah karena Lebaran Beda Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
94
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangakapan layar akun Facebook AP Hasanuddin. Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tangakapan layar akun Facebook AP Hasanuddin. Dok Istimewa

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin yang berkomentar akan membunuh warga Muhammadiyah, mengaku menyesal. Dia sudah menulis permintaan maaf.

AP Hasanuddin berkomentar terkait perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah di unggahan Facebook milik peneliti BRIN Prof Thomas Djamaluddin. Saat itu Thomas merespons komentar dari Aflahal Mufadilah. Thomas menilai Muhammadiyah sudah tidak taat kepada pemerintah terkait penentuan Lebaran 2023.

"Eh, masih minta difasilitasi tempat sholat Id. Pemerintah pun memberikan fasilitas," tulis Thomas.

Status Thomas mendapat respons dari juniornya. Melalui akun AP Hasanuddin, ia menuliskan kemarahan atas sikap Muhammadiyah.

"Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian," kata Andi.

kumparan menghubungi Thomas terkait masalah ini. Dia membenarkan bawah komentar tersebut ada di unggahan Facebooknya.

Thomas Djamaluddin. Foto: Utomo Priyambodo/kumparan

Eks kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu mengatakan, komentar juniornya itu berlebihan. Thomas sudah berkomunikasi dengan Andi dan menurutnya saat ini Andi sudah membuat permintaan maaf.

"Memang sedikit berlebihan saya kira. Dia merasa menyesal dan sudah membuat permintaan maaf," ucap Thomas.

Thomas mengatakan saat ini sedang mengecek unggahan yang dikomentari dia dan AP Hasanuddin untuk mengetahui konteksnya. "Saya masih cari-cari ini diunggahan apa, tapi belum ketemu," jelasnya.

kumparan sudah menghubungi Andi terkait masalah ini, namun belum mendapatkan respons.

embed from external kumparan

Komentar Andi itu menuai berbagai kecaman dari masyarakat. Salah satunya dari Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma'mun Murod

Pak Presiden @jokowi Prof. @mohmahfudmd, Pak Kapolri @ListyoSigitP @DivHumas_Polri, Gus Menag @YaqutCQoumas, Kepala @brin_indonesia Bagmn dg ini semua? Kok main2 ancam bunuh? BRIN sbg lembaga riset hrsnya diisi mereka yg menampakkan keintelektualannya, bkn justru spt preman," kata Ma'mun di akun Twitter.

embed from external kumparan