Penembak Istri TNI di Semarang Terima Telepon sebelum Beraksi, Ada yang Nyuruh?
ยทwaktu baca 2 menit

Tim gabungan TNI-Polri masih mengindentifikasi siapa otak pelaku penembakan R (34), seorang istri anggota TNI di Kota Semarang. R ditembak oleh 4 orang tak dikenal (OTK) pada Senin (18/7) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, mengatakan aksi penembakan ini diduga dilakukan oleh lebih dari 4 orang. Itu berarti ada pelaku lain di luar 4 eksekutor yang beraksi di lapangan.
"Ada dua cara [penyelidikan] yang kita lakukan. Pertama mendalami berusaha mencari pelaku langsung yaitu 4 orang itu [eksekutor]. Kedua mendalami dan mencari kemungkinan orang yang meng-order atau otak dari aksi penembakan ini," ujar Irwan dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (20/7).
Ia menegaskan, dugaan ini bukan tidak beralasan. Sebab, rekaman CCTV menunjukkan seorang pelaku sibuk menerima telepon sebelum mengeksekusi korban.
"Pelaku menunggu di ujung gang. Sepertinya nunggu aba-aba ini, dia berkomunikasi dengan seseorang karena [megang] HP terus ini," jelas dia.
Ia juga menjelaskan, pelaku penembakan bukan profesional yang biasa memegang senjata. Hal tersebut dapat dilihat dari gerak-gerik pelaku di TKP berdasarkan rekaman CCTV.
"Pelaku penembakan ini tidak terlatih dan hanya warga sipil biasa. Misal ketika menanti korban di dekat rumah, pelaku tampak berjalan-jalan secara liar dan mencurigakan. Kalau profesional cara jalannya tidak seperti ini," imbuhnya
Tidak profesionalnya pelaku juga terlihat saat ia memegang senjata dan menembak korban di tembakan pertama.
"Pelaku tidak melakukan kuda-kuda dengan baik saat menembak. Ini kalau profesional, tangan kanan menembak, tangan kiri harusnya mencengkram pundak. Makanya mungkin tembakannya meleset karena pelaku tersentak," kata Irwan.
