Penerbangan 345 Jemaah Umrah dengan Lion Air Rute Jeddah-Jakarta Delay Panjang
·waktu baca 2 menit

Penerbangan 345 jemaah umrah rute Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Jakarta, dengan maskapai Lion Air nomor penerbangan JT-087 harus mengalami delay hingga berjam-jam. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/2).
Pesawat tersebut dijadwalkan berangkat pada pukul 03.30 waktu setempat atau pukul 07.30 WIB.
Pihak Lion Air menjelaskan penyebab delay tersebut. Pesawat yang akan dioperasikan yakni Airbus 330-900NEO registrasi PK-LEF, sebelum keberangkatan (pre-flight check) dilakukan pengecekan secara komprehensif. Hasilnya, terdapat kendala.
"Pesawat harus menjalani pemeriksaan ulang karena terdapat indikasi ada salah satu komponen yang perlu dilakukan pengerjaan oleh teknisi serta mendatangkan komponen cadangan," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya.
Danang mengatakan, suku cadang didatangkan dari lokasi lain, sehingga memerlukan waktu untuk proses pengiriman dan persiapan suku cadang sebelum dapat digunakan untuk penggantian.
"Tahapan penyelesaian secara teknis pada pesawat membutuhkan waktu ekstra untuk diperbaiki dan sebagai mitigasi (tidak bisa dilakukan dengan cepat atau instan)," kata Danang.
Danang menyatakan, pihaknya mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan para jemaah umrah. Adapun tahapan perbaikan pesawat, lanjut Danang, melibatkan tim teknisi yang sangat terlatih dan berkualifikasi tinggi dalam memeriksa, mendiagnosis dan memperbaiki dari temuan masalah pada pesawat.
"Proses ini harus mengikuti prosedur keselamatan sangat ketat untuk memastikan bahwa pesawat aman digunakan setelah perbaikan," ucapnya.
"Keterlambatan keberangkatan penerbangan bisa terjadi dan tindakan pencegahan yang penting untuk mengutamakan keselamatan seluruh jemaah umrah," sambungnya.
Danang mengatakan, Lion Air sudah memberitahukan keterlambatan keberangkatan JT-087 dan memfasilitasi kompensasi (delay management) kepada calon penumpang menurut aturan berlaku yaitu makanan dan minuman serta akomodasi.
Pihak Lion Air juga meminta maaf terkait keterlambatan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum disebutkan kapan pastinya pesawat tersebut dapat mengudara.
"Lion Air berupaya melakukan yang terbaik untuk mempercepat proses mendatangkan pesawat pengganti dan suku cadang. Lion Air berharap dapat segera memberikan informasi tentang waktu keberangkatan terbaru," kata Danang.
"Lion Air mengucapkan permintaan maaf yang tulus kepada para jemaah umrah yang terdampak keterlambatan penerbangan JT-087. Lion Air sangat memahami bahwa keterlambatan ini dapat mempengaruhi jadwal perjalanan dan rencana para jemaah," pungkas Danang.
