Penerbit Akui Ada Kesalahan Bahasa di Buku 'Aku Berani Tidur Sendiri'

21 Februari 2017 20:38 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:18 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
Cover buku 'Aku Berani Tidur Sendiri'. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Cover buku 'Aku Berani Tidur Sendiri'. (Foto: Istimewa)
Beberapa foto isi buku 'Aku Berani Tidur Sendiri' yang tersebar di dunia maya, menuai kontroversi publik karena dianggap sarat pornografi. Menanggapi hal tersebut, tim penerbit mengaku pengemasan bahasa dalam buku tersebut masih memiliki kekurangan.
ADVERTISEMENT
"Kami ada kekhilafan dalam pengemasan materi buku tersebut sehingga pembaca tidak nyaman," ujar General Manager penerbit Tiga Ananda, Mas Admuawan, dalam rilis Selasa (21/2).
Meski demikian, isi buku tersebut, kata Admuawan, sudah diverifikasi beberapa ahli sebelum diterbitkan. "Penerbit bersama penulis telah berkonsultasi dengan dokter anak dan psikolog," ujarnya.
Rilis Penerbit Tiga Ananda. (Foto: Dok.Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Rilis Penerbit Tiga Ananda. (Foto: Dok.Istimewa)
Penerbit mengelak soal pendapat publik yang menilai buku tersebut tidak sesuai untuk anak-anak. Menurut Admuawan, buku tersebut ditujukan untuk membantu orang tua memberikan pengetahuan seksual sejak dini kepada anak-anak.
"Jika pembaca membaca buku itu secara utuh akan memperoleh informasi yang lebih komprehensif, salah satunya tentang bagaimana melindungi anak dari kejahatan seksual," ujar Admuawan.
Rilis Penerbit Tiga Ananda. (Foto: Dok.Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Rilis Penerbit Tiga Ananda. (Foto: Dok.Istimewa)
Buku "Aku Berani Tidur Sendiri" diterbitkan oleh Tiga Ananda yang merupakan Creative Imprint Tiga Serangkai. Terdapat dua judul cerita dalam buku tersebut, disertai ilustrasi gambar yang mendukung.
ADVERTISEMENT
Penerbit dan toko buku Gramedia mengklaim pihaknya telah menarik peredaran buku tersebut sejak akhir tahun lalu. Permohonan maaf kepada pembaca juga telah disampaikan pihak penerbit melalui akun instagram @tigaserangkai.