Pengacara: Mereka Telah Berupaya Padamkan Api Bukit Teletubbies tapi Tak Sanggup

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Api kebakaran Gunung Bromo tergulung pusaran angin. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Api kebakaran Gunung Bromo tergulung pusaran angin. Foto: Dok. Istimewa

Mustaji, pengacara 5 saksi dan 1 tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Bromo menepis anggapan para kliennya bersantai dan tidak berbuat apa-apa saat melihat api mulai merembet di Bukit Teletubbies.

"Mereka langsung mengambil botol berisi air yang memang bekalnya di dalam mobil. Kurang-lebih ada 5 botol besar yang klien kami ini ambil saat melihat ada asap," kata Mustaji saat ditemui di Polres Probolinggo, Kamis (14/9).

Menurut Mustaji, saat kejadian itu angin sedang kencang sehingga api merembet dengan amat cepat, 5 botol air pun tidak cukup.

"Tidak hanya angin kencang saja, karena juga kondisi rerumputan yang sudah sangat kering sehingga klien kami tidak bisa mengatasi," ujar Mustaji yang pernah jadi Kapolsek Lumbang itu.

Minta Maaf ke Masyarakat Suku Tengger

Mustaji mengatakan 5 saksi akan mendatangi masyarakat Suku Tengger pada Jumat besok (15/9).

"Besok kita akan naik dan bertemu dengan tokoh adat di sana. Pada intinya besok kita akan meminta maaf secara resmi, secara rasional kepada warga atau masyarakat Suku Tengger," kata Mustaji.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan Andrie Wibowo Eka Wardhana (41) asal Kabupaten Lumajang sebagai tersangka. Andrie adalah manajer atau penanggung jawab wedding organizer yang disewa oleh calon pengantin asal Surabaya yang turut serta dalam rombongan itu.