Pengacara Sebut Otak Brigadir Yosua Pindah ke Perut, Apa Kata Ahli Forensik?

2 Agustus 2022 12:51
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sejumlah orang mengangkat peti jenazah almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat pembongkaran makam di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Foto: Wahdi Septiawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah orang mengangkat peti jenazah almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat pembongkaran makam di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Foto: Wahdi Septiawan/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Ahli forensik RS UNS, Novianto Adi Nugroho, memberikan penjelasan terkait pindahnya otak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ke perut. Kondisi itu diungkapkan oleh pengacara keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak.
ADVERTISEMENT
Novianto menjelaskan bahwa otak menjadi salah satu bagian yang dilakukan pemeriksaan saat autopsi berlangsung. Sehingga otak mesti dikeluarkan dari dalam tengkorak.
"Jadi kan otak itu kita periksa terus kita ambil, kita timbang dan lain sebagainya kita nilai apa ada kelainannya," ujar Novianto saat dihubungi, Selasa (2/8).
Sejumlah orang memasukkan peti jenazah almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ke dalam ambulance saat pembongkaran makam di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Foto: Wahdi Septiawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah orang memasukkan peti jenazah almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ke dalam ambulance saat pembongkaran makam di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Foto: Wahdi Septiawan/Antara Foto
Kemudian, lanjutnya, otak yang telah dikeluarkan tersebut akan sulit dikembalikan ke asalnya apabila ada kerusakan pada bagian tengkorak.
Karena itu, untuk mempermudah proses autopsi dan rekonstruksi jenazah, otak akan diletakkan di bagian rongga tubuh lain, yakni perut.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Untuk mempermudah dan mempercepat proses autopsi dan untuk segera dimakamkan, kebanyakan memang dimasukkan ke dalam perut untuk memudahkan dalam proses rekonstruksi," terangnya.
Ibu almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak (kedua kanan) didampingi kerabat mendatangi makam anaknya sebelum pembongkaran di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Foto: Wahdi Septiawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ibu almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak (kedua kanan) didampingi kerabat mendatangi makam anaknya sebelum pembongkaran di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Foto: Wahdi Septiawan/Antara Foto
Dia pun menilai, bahwa penempatan otak di bagian perut sudah menjadi hal yang lumrah dan sesuai dengan prosedur autopsi.
ADVERTISEMENT
"Ya, sudah sesuai prosedur itu," tegasnya.
Sebelumnya, Kamaruddin mengungkapkan temuan bekas tembakan menembus hidung, yang mengakibatkan organ otaknya Brigadir Yosua bergeser hingga ke bagian perut.
Infografik luka-luka Brigadir Yosua.
 Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Infografik luka-luka Brigadir Yosua. Foto: kumparan
Hal tersebut disampaikan Kamaruddin setelah dilakukan autopsi ulang jenazah Brigadir Yosua di RSUD Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Rabu (27/7) lalu.
"Ya, tembakan dari belakang kepala ke depan. Itu ditemukan saat autopsi ulang. Kita sebelumnya menitipkan 2 dokter. Nah, di ruang autopsi ditemukan luka seperti itu," ujarnya, kepada Jambikita [media partner kumparan], Sabtu (30/7) malam.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020